Tugas karya tulis bidang setudi bahasa Indonesia
sebagai syarat untuk mengikuti ujin madrasah berstandat nasiona (UAMBN)
Di susun oleh:
Nama : haris
Nis :8283
KELAS MATA PELAJARAN: ILMU PENGETAHUAN SOCIAL
MADRASAH TSANAWIAH NEGRI MODEL
SUMBER BUNGUR PAMEKASAN 3
2011/2012
HALAMAN PENGESAHAN
Karya Tulis ini sudah di sahkan pada hari senen tanggal
12 februari 2012 oleh:
Achmad muhlis.Spd
( )
Nip.197608022006011019
Mengetahui
Kepala MtsN Model Sumber Bungur
Drs.hm.ali husnan M.Pd.i
Nip. 19311141980031002
KATA PENGANTAR
Dalam karya tulis ini, penulis mencoba
mengangkat sebuah pokok bahasan yang berjudul ”Pemanfaatan Tripleks dan Kaca
Bekas Menjadi Tempat Penetasan Telur”.Selaras dengan judul karya ilmiah yang
telah kami buat ini, bertujuan untuk menampilkan metode untuk emngurangi
penumpukan sampah di lingkungan tepat tinggal kita. Makalah ini disusun,
berakar dari informasi-informasi yang kami rampung dari berbagai sudut pandang
buku ilmu pengetahuan, pengamatan yang telah dilakukan maupun berbagai situs
internet. Semoga pembaca dapat dengan mudah memahami isi karya ilmiah ini,
karena kami menyusun karya ilmiah ini dengan sederhana.Ucapan terima kasih
penulis sampaikan pada Ibu guru yang telah memperhatikan dan membimbing penulis
dalam penyusunan Karya Tulis ini. Dan untuk semua pihak yang secara langsung
atau tidak langsung memberikan sumbangsi pemikiran. Dan hal-hal yang berguna
selama penyelesaian Karya tulis ilmiah ini, diucapakan terima ksih.Seperti
pepatah mengatakan, tiada gading yang tak retak, demikian juga karya ilmiah ini
tak luput dari kekurangan. Akhirnya, penulis berterimakasih sebelumnya kepada
pembaca yang bersedia memberikan sumbang saran dan kritik untuk perbaikan karya
tulis ilmiah ini.
Pamekasan 12
Februari 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut
derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses
alam sebenarnya tidak
ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan
selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan
manusia didefinisikan konsep lingkungan maka.
Sampah yang didefenisikan sebagai barang yang sudah tidak
mempunyai nilai ekonomi lagi menjadi masalah yang memprihatinkan di Indonesia.
Hampir setiap aktivitas dari manusia menyisakan sampah di lingkungan
masyarakat. Tidak heran ketika akan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan
udara.
Persampahan merupakan isu penting di lingkungan perkotaan
yang terus menerus dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan
peningkatan aktivitas pembangunan. Peningkatan volume sampah yang bersifat
eksponensial sekarang ini memang belum dibarengi dengan peningkatan aktifitas
pemeliharaan lingkungan.
Diakui bahwa peningkatan eksponensial volume sampah masih
diwacanakan sebatas bagaimana meningkatkan PAD Pemerintah Daerah dari
retribusinya. Perkembangan populasi sampah akibat tuntutan tambahan kebutuhan
hidup manusia bila tidak dibarengi kebijakan pengelolaan sampah yang baik
sedini mungkin, cenderung akan mengancam kerusakan sumber daya alam dan
lingkungan hidup yang ada, yang ditandai dengan adanya perubahan fenomena alam
atau kerusakan fisik lingkungan yang pada gilirannya menyebabkan
ketidakseimbangan ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup manusia itu
sendiri.
Pada kota-kota di Indonesia, persoalan sampah sekarang
ini menjadi isyu penting bahkan menjadi fenomena sosial, mengapa ? karena
begitu banyak PR sampah yang sesegera mungkin harus ditangani. Belajar dari
kasus Bantar Gebang, Bojong, Leuwigajah dan beberapa kota lainnya,
terindikasikan bahwa sampah yang tidak dikelola/ditangani dengan baik menjadi
penyebab terjadinya pencemaran air, tanah, udara dan bahkan sampai timbul
kerawanan sosial di tengah masyarakat.
Kemampuan Pemerintah Daerah dalam menangani sampah masih
sangat terbatas. Secara Nasional, dari tahun 2000 sampai 2005, tingkat
pelayanan baru mencapai 40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Pertambahan
penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan juga menyebabkan
semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Hal tersebut
bertambah sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani.
Kota Ende dan Kota di Indonesia sebagai kota yang sedang
membangun perlu memikirkan usaha penanganannya. Dengan pertumbuhan penduduk dan
percepatan pembangunan sekarang ini, sangat memungkinkan terjadinya lonjakan
limbah buangan rumah tangga, industri dllnya. Mampukah kita tangani secara
instan bila persoalan itu akan muncul tiba-tiba ? Mampukah alam ini menjaga
keseimbangan populasi sampah manusia ?
Untuk itulah bahwa, setiap kegiatan/aktifitas yang
dilakukan di suatu lokasi atau lingkungan yang akan berdampak pada alam fisik
maupun terhadap kehidupan manusia serta berbagai sumber daya di sekitarnya baik
sumber daya alam, sumber daya buatan perlu diteliti dan dikaji agar dapat
diketahui perkembangan/perubahannya secara dini dan dapat segera dilakukan
upaya pengendalian, pengawasan, penanggulangan, bahkan pemulihan kembali
lingkungan alam fisik.
Berdasarkan perhitungan dalam buku infrastruktur
Indonesia pada tahun 1995 perkiraan timbulan sampah di Indonesia sebesar 22.5
juta ton dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020 menjadi
53.7 juta ton.
Volume sampah yang terus meningkjat, dikaitkan pula
dengan jenis sampah, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Dimana sampah
organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan penyusun tumbuhan, hewan yang
diambil dari alam yang mudah diuraikan oleh proses alami , namun penguraian
tersebut membutuhkan kurun waktu yang cukup lama seperti pada bahan tripleks
dan bambu yang banyak dihasilkan pada konstruksi banguan, begitupula dengan
sampah anorganik yaitu sampah yang berasal dari proses industri , dimana perlu
penanganan intensif dalam pengolahannya seperti pada kaca, besi dan kaleng.
Berangkat dari keprihatinan akan sampah yang semakin
bertambah, maka kami bermaksud membentuk suatu alternatif untuk mengurangi
sampah tanpa tergantung pada kurun waktu yang cukup lama.
Penfaatan tripleks dan kaca bekas sudah banyak menjadi
alternatif bagi orang lain dalam mencipatkan barang yang berguna seperti hiasan
cantik ataupun miniatur lainnya .Pemanfaatan tripleks dan kaca bekas menjadi
tempat penetasan telur mulai pula dijumpai pada masyarakat umumnya, namun
bedanya menggunakan bahan-bahan yang membutuhkan dana yang berlebih,contohnya dengan menggunakan bahan seperti sterofoam dan
kayu untuk membentuk barang yang
berguna tersebut, sedangkan kami
menggunakan sampah dari sisa-sisa konstruksi bangunan.
Oleh karena itu, kami mengangkat judul ”Pemanfaatan
tripleks dan kaca bekasmenjadi tempat penetasan telur”.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah
tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat penetasa telur ?
2. Bagaimana proses pembuatan tempat penetasan telur dari tripleks
dan kaca bekas ?
3. Apakah tempat penetasan telur tersebut bermanfaat ?
C.
TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui triplek dan kaca bekas dapat
dimanfaatkan menjadi tempat pentasan telur.
2. Untuk mengetahui proses pembuatan tempat penetasan telur
dari tripleksdan kaca bekas.
3. Untuk mengetahui
manfaat dari tempat penetasan telur.
D.
MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi siswa
·
Siswa
dapat memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang bermanfaat.
·
Siswa dapat membuat suatu karya ilmiah.
·
Siswa
dapat mengembangkan ide-ide kekreativitasnya.
2. Bagi sekolah
·
Sekolah
memiliki lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah.
·
Para
siswa di sekolah dapat melakukan penelitian.
·
Sekolah
menemukan ide, sebagai alternatif dalam pengolaha sampah.
3. Bagi lingkungan
·
Lingkungan
menjadi bersih dan asri.
·
Lingkungan
menjadi terlepas dari masalah sampah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. KAJIAN PUSTAKA
1.
Sampah
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah
merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya
tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah
dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan
manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat
dibagi menurut jenis-jenisnya.
Sampah adalah barang yang tidak diperlukan atau yang
tidak digunakan orang lagi. Pengertia sampah adalah barang yang tidak
diperlukan atau barang yang tidak digunakan lagi. Pada saat ini sampah
dikalangan masyarakat sangatlah memperihatinkan, karena masyarakat membuang
sampah tidak ada tempatnya, seperti sisungai atau dibelakang rumah mereka dan
mereka tidak memikirkan akibatnya.
Menurut Kamus Istilah Lingkungan , “Sampah adalah bahan
yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama
dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan
manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. Sedangkan
kata Bapak Dr. Tandjung, M.Sc. , “Sampah adalah sesuatu yang tidak
berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”.
Untuk lebih mengenal sampah, marilah kita belajar tentang
jenis-jenis sampah.
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai berikut:
Jenis Sampah Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai berikut:
1.
Sampah Organik
Sampah Organik
terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam
atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini
dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar
merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur,
sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
2.
Sampah Anorganik
Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak
terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa
dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian
zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang
sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah
jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas
plastik, dan kaleng.
·
Sampah alam
·
Sampah manusia
·
Sampah konsumsi
·
Sampah organik- dapat diurai
(degradable)
·
Sampah anorganik - tidak terurai
(undegradable)
Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak
dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:
v Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan
buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah
rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain.
Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah
anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang
mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan
kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu
pembersihan kebun dan sebagainya.
Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam
(biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:
·
Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan
secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah
dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
·
Non-biodegradable: yaitu sampah yang
tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
·
Recyclable: sampah yang dapat diolah
dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik,
kertas, pakaian dan lain-lain.
·
Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki
nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs,
carbon paper, thermo coal dan lain-lain.
v Sampah Cair
Sampah
cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan
dibuang ke tempat pembuangan sampah. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair,
atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang
dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua
produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang
kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi
v Sampah alam
Sampah
yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah
ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
v Sampah manusia
Sampah
manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap
hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi
bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang
disebabkan==== Sampah Cair ==== Sampah cair adalah bahan cairan yang telah
digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.
·
Limbah hitam: sampah cair
yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
·
Limbah rumah tangga: sampah cair
yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung
patogen.
Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair,
atau gas. Ketika
dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat
dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.
v Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh
(manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang
ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun
demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan
sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
v Limbah radioaktif
Sampah nuklir merupakan
hasil dari fusi
nuklir dan fisi nuklir yang
menghasilkan uranium dan thorium yang sangat
berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir
disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas
tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang
namun kadang masih dilakukan).
Sampah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari
sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.
Sampah juga telah diklasifikasikan menurut sumbernya , yaitu :
·
Sampah pemukiman , perdagangan, dan
perkantoran , yaitu limbah padat yang berasal dari pemukiman masyarakat,
lingkungan perdagangan dan jasa komersial. Jenis limbah ini cukup beragam , seperti kulit buah-buahan,
kardus, kertas, dsb.
·
Sampah dari industri, yaitu limbah yang
berasal dari buangan hasil proses industri dimana jenis dan komposisi limbah
tergantung jenis industrinya.
Sampah sisa bangunan dan kontruksi gedung. Umumnya sampah
berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung. Sisa sampah organik
seperti kayu, bambu, tripleks, dan sampah organik seperti kaca dan besi.
Sampah adalah sisa-sisa benda atau barang yang telah
digunakan manusia. Sampah itu bisa dibagi menjadi dua bentuk. Yang pertama
anorganik dan organik. Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari
benda-benda yang tidak dapat diuraikan. Contohnya adalah plastik, kaleng, dan
lain-lain. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang terbentuk dari zat-zat
organik dan dapat diuraikan. Contoh sampah ini adalah daun rontok, kertas, dll.
Mungkin maslah sampah ini termasuk sepele. Tetapi, jika
kita sadari bahwa setiap orang mengeluarkan sampah dan akhirnya sampah akan
menggunung banyaknya. Kita suka melihat tumpukn-tumpukan sampah di pinggir
jalan yang berbau busuk. Bau busuk tersebut dihasilkan dari pembusukan sampah
organik. Untuk menanggulangi masalah sampah yang semakin banyak, orang-orang
mulai memikirkan banyak cara. Mulai dari memisahkan sampah organik dan
anorganik sampai mendaur ulang sampah.
Kadang-kadang kita tidak tahu apa sih gunanya memisahkan
sampah yang organik dengan yang anorganik? Tujuannnya adalah memudahkan untuk
pengolshsn sampah lebih lanjut. Sampah anorganik tidak dapat membusuk dan
hilang dari bumi dengan cepat tidak seperti sampah organik. Maka pengolahan
berikutnya adalah dengan mendaur ulangnya menjadi barantg-barang lain.
Pengolahan sampah organik lain lagi. Karena dapat membusuk, sampah organik
dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.
Untuk mendaur ulang sampah anorganik, kita bisa membuat
sendiri di rumah atau untuk yang lebih profesional lagi dapat digunakan
peralatan canggih di pabrik-pabrik besar. Sampah yang bisa didaur ulang sendiri
adalah misalnya botol plastik. Botol plastik dapat diubah bentuknya menjadi
kerajinan tangan dan dapat dijual. Pastinya ini akan menambah penghasilan.
Untuk pengelolaan yang lebih profesional, biasanya adalah sampah-sampah logam
yang berbentuk kaleng atau besi. Kaleng atau besi ini dilebur untuk kemudian
dibentuk menjadi berang lain. Ini sangat menghemat penggunaan logam karena
tidak perlu menambang logam yang baru.
Ciri-Ciri Sampah
Adapun ciri-ciri sampah antara lain :
·
Dedaunan pohon gugur
·
Seperti kulit pisang dan buah-buahan
yang busuk
·
Kotoran hewan, seperti kotoran ayam, kotoran
kambing, sapid an lain-lain
Dampak Negatif Dari Sampah Bagi Masyarakat
Dampak negatif dari sampah sangatlah
besar dan menrugikan banyak masyarakat, apabila masyarakat membuang sampah
sembarangan seperti di sungai, dapat mengakibatkan banjir dan apabila masyarakat
membuang sampah sembarang di sekitar lingkunganny dapat mengakibatkan sumber
penyakit bagi luas.
Cara
Menanggulanginya
Cara menanggulangi sampah ada beberapa
langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain :
·
Masyarakat seharusnya tidak membuang
sampah ke sungai karena dapat mengakibatkan banjir dan tidak membuang sampah di
lingkungan sekitarnya, karena dapat mengakibatkan sumber penyakit. Jika perlu
masyarakat dapat memanfaatkan sampah atau barang yang tidak diperlukan lagi
dengan cara.
·
Sampah organik di jadikan pupus,
sedangkan sampah organik di daur ulang atau di bakar.
Pengelolaan
sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan ,
pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya
mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya
dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau
keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam
. Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas atau radioaktif dengan metoda dan keahlian
khusus untuk masing masing jenis zat.
Praktek pengelolaan sampah berbeda beda
antara Negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan
dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah
industri. Pengelolaan sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di
area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan
untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh
perusahaan pengolah sampah.
Pengelolaan sampah
merupakan proses
yang diperlukan dengan dua tujuan:
Penimbunan
darat
Pembuangan
sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode
ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di
tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam.
Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan
menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan
darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan
berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik
berkumpulnya Hama , dan adanya
genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon
dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini
meledak dan melongsorkan gunung sampah)
Karakter desain
dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air
sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya
dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak
menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem
pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang
terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara
pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
Pembakaran/pengkremasian
Pembakaran
adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan
pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi biasa disebut
"Perlakuan panas". kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan
abu.
Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh
industri dalam skala besar. Hal ini bisa dilakukan untuk sampah padat , cari
maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang praktis untuk membuang
beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah biologis).
Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi
udara.
Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana
tanah begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas
penimbunan darat.[[Sampah menjadi energi (waste-to-energy)|Sampah menjadi
energi atau energi dari sampah adalah terminologi untuk menjelaskan samapah
yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan
panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna , ada
keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian
lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran
dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian
seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik , contoh di Indonesia
adalah rencana PLTSa
Gede Bage di sekitar kota Bandung.
Proses pengambilan barang yang masih
memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur
ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya
untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk
membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan
akan dijelaskan dibawah.
Pengolahan
kemabali secara fisik
Metode ini adalah aktivitas paling
populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah
yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk
digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan
dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah
tercampur.
Sampah yang biasa dikumpulkan adalah
kaleng minum aluminum , kaleng baja
makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas
karton, koran, majalah, dan
kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di
daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil
lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan
menurut jenis bahannya.
Pengolahan
biologis
Material sampah organik , seperti zat
tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses
biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah
kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan
untuk membangkitkan listrik.
Contoh dari pengelolaan sampah
menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada,
dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman
dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.
Pemulihan energi
Kandungan energi yang terkandung dalam
sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara
tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain.
Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari
menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai
menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari
turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas
yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan
miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi.
Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas,
dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau
dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan
menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih
digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan
hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.
Metode penghindaran dan pengurangan
Sebuah metode yang penting dari pengelolaan
sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan
"pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali
barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya
bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun
menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan
barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang
menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).
Konsep
pengelolaan sampah
Terdapat beberapa konsep tentang
pengelolaan sampah yang berbeda dalam penggunaannya, antara negara-negara atau
daerah. Beberapa yang paling umum,
banyak-konsep yang digunakan adalah:
·
Hirarki
Sampah - hirarki
limbah merujuk kepada " 3 M " mengurangi
sampah, menggunakan kembali sampah dan daur ulang, yang mengklasifikasikan strategi pengelolaan sampah sesuai
dengan keinginan dari segi minimalisasi
sampah. Hirarki limbah
yang tetap menjadi dasar dari sebagian besar strategi minimalisasi sampah.
Tujuan limbah hirarki adalah untuk mengambil keuntungan maksimum dari
produk-produk praktis dan untuk menghasilkan jumlah minimum limbah.
·
Perpanjangan tanggungjawab penghasil
sampah / Extended Producer Responsibility (EPR).(EPR) adalah suatu strategi
yang dirancang untuk mempromosikan integrasi semua biaya yang berkaitan dengan
produk-produk mereka di seluruh siklus hidup (termasuk akhir-of-pembuangan
biaya hidup) ke dalam pasar harga produk. Tanggung jawab
produser diperpanjang dimaksudkan untuk menentukan akuntabilitas atas seluruh
Lifecycle produk dan kemasan diperkenalkan ke pasar. Ini berarti perusahaan
yang manufaktur, impor dan / atau menjual produk diminta untuk bertanggung
jawab atas produk mereka berguna setelah kehidupan serta selama manufaktur.
·
prinsip pengotor membayar - prinsip pengotor membayar adalah prinsip di mana
pihak pencemar membayar dampak akibatnya ke lingkungan. Sehubungan dengan
pengelolaan limbah, ini umumnya merujuk kepada penghasil sampah untuk membayar
sesuai dari pembuangan
Manfaat pengelolaan sampah
·
Penghematan
sumber daya alam
·
Penghematan
energiPenghematan lahan TPA
Bencana sampah yang tidak dikelola
dengan baik
·
Longsor
tumpukan sampah:
·
Sumber
penyakitPencemaran lingkungan
2.Tripleks & kaca
Tripleks merupakan sampah organik dan
kaca merupakan sampah anorganik namun kedua benda ini dapat ditemukan dari sisa
bangunan dan kontruksi gedung. Banyak perkiraan, bahwa sampah sisa bangunan
tidak dapat diolah kembali, namun dalam kenyataannya dapat diolah kembali
menjadi barang yang berguna. Tripleks dan kaca yang dalam kegunaan utuhnya
dijadikan dinding ataupun plafon masih mempunyai nilai ekonomis jika kedua
benda tersebut dijadikan sebagai bentuk kerajinan tangan ataupun barang yang
berguna.
Kaca merupakan materi bening dan
transparan (tembus pandang) yang biasanya di hasilkan dari campuran silikon atau bahan silikon dioksida (SiO2),
yang secara kimia sama dengan kuarsa (bahasa
Inggris: kwarts). Biasanya dibuat dari pasir. Suhu lelehnya
adalah 2000 derajat Celsius.
3.Tempat Penetasan Telur
Persyaratan dalam
pembuatan tempat penetasan telur mencakup beberapa hal yaitu :
·
Temperatur
·
kelembapan udara
·
jangka waktu
·
ventilasi
BAB III
METODE PENELITIAN
A. MATERI PENELITIAN
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah :
No.
|
Alat
|
Kegunaan
|
1.
|
Tripleks
|
- sebagai dinding dari tempat penetasan telur
|
2.
|
Kaca
|
- Sebagai dinding transparan untuk melihat keadaan
dalam tempat penetasan telur.
|
3.
|
Paku & palu
|
-untuk melekatkan dinding-dinding
|
4.
|
Penggaris
|
-untuk mengukur dan menyamakan ukuran dinding.
|
5.
|
Gergaji
|
- memotong tripleks
|
6.
|
Pisau
|
- memotong tripleks
|
6.
|
Spidol
|
- Untuk menandai bagian tripleks yang akan dipotong
|
7.
|
Lem tripleks
|
- Untuk melekatkan tripleks dan kaca
|
8.
|
Kabel
|
- Sebagai bahan untuk pemasangan lampu
|
9.
|
Bohlam
|
- Untuk pemanas pada tempat penetasan telur
|
10.
|
Engsel
|
- Membuat pintu
|
11.
|
Rak telur
|
- tempat meletakkan telur
|
12.
|
Kamera
|
-alat dokumentasi.
|
B. METODE
PENELITIAN
Metode deskriptif .
Langkah-langkah penelitian deskriptif :
1.
mengidentifikasi adanya permasalahan yang signifikan untuk dipecahkan melalui
proses deskritif.
2. Merumuskan
masalah secara jelas
3.
Menentukan tujuan dan manfaat penelitian
4.
Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan.
5.
Mendesain metode penelitian
6.
Mengumpulkan , mengorganisasi dan menganalisis data
Adapun metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode
pustaka dimana metode pustaka adalah metode dengan mengumpulkan data-data dari
berbagai sumber seperti internet dan buku dan penelitian ini juga menggunakan
metode deskriptif dimana metoda deskriptif merupakan metode penelitian yang
berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa
adanya,penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama.yaitu
menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek/subjek yang
diteliti secara tepat serta dengan melakukan observasi langsung kelapangan
C. METODE
PENGAMBILAN SAMPEL
Sampel yang digunakan adalah sampah
anorganik dan smapah organik. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat
diuraikan secara alami, seperti kaca
, besi, kaleng, kertas,lampu,kabel,dll.
Sedangkan sampak organik ialah sampah yang dapat
diuraikan secara alami seperti daun-daun kering, sisa-sisa makanan , tripleks,
dll.
Dari beberapa contoh sampahdari kedua jenis sampah
tersebut , kami memmanfaatkan tripleks dan kaca bekas menjadi tempat penetasan
telur .
Kami memilih tripleks dan kaca bekas dengan alasan
bahan mudah didapatkan dan menunjang temperatur dalam tempat penetasan telur
serta tidakk membutuhkan dana yang besar.
D. TEKNIK PENGUMPULAN
DATA
Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan menggunakan
instrumen pengumpulan data yang sesuai dengan maslah yang diteliti. Dalam
penelitian ini metode yang digunakan adalah :
-
metode observasi : yaitu melihat sesuatu dengan mempergunakan mata. Observasi
atau pengamtan , meliputi pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan
menggunakan alat indera.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
Tentukan tempat pengambilan bahan
Siapkan alat dan bahan
Tentukan tempat pengolahannyaKumpulkan semua materi penelitian
(sampel) yang ditemukan.Simpan sampel
untuk analisis data Proses pengolahan atau pembuatanHasil pengolahan
B. POPULASI DAN
SAMPEL
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Disamping itu
dapat juga diartikan populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa
. Populasi dalam penelitian ini adalah sampah tripleks dan kaca dari
sisa-sisa kontruksi bangunan.
Sampel adlah sebagian wakil dari populasi yang diteliti.
Teknik pengambilan nya dengan random purposive
(sengaja).
Sampel dalam penelitian adalah sampah tripleks dan
kaca bekas.
C. WAKTU &
LOKASI PENELITIAN
Waktu yang diperlukan yaitu :,
dimulai
pukul 13.30 – 18.00 WITA, tanggal 20 -Oktober 2010 – 15 November 2010 .
Lokasi penelitian : jln.manggala
dlm 3 no39 blok 7 prumnas antang.
D. TEKNIK ANALISIS
DAN PENGOLAHAN DATA
Tehnik pengolahan data, adalah sebagai berikut :
·
Tentukan tempat pengambilan bahan
·
Siapkan alat dan bahan
·
Tentukan tempat pengolahannya
·
Kumpulkan semua materi penelitian
(sampel) yang ditemukan
·
Simpan sampel untuk analisis data
·
Proses pengolahan atau pembuatanHasil
pengolahan
BAB IV
PEMBAHASAN
Bagian-bagian dari tempat penetasan telur :
Ø Tempat
penetasan telur yang telah dibuat, mempuyai dinding tripleks dan kaca, dimana
kaca berfungsi sebagai dinding untuk melihat keadaan dalam tempat penetasan
telur.
Ø
Dibagian dalam, terdapat rak telur dengan tujuan sebagai tempat untuk menaruh
telur agar dekat dengan cahaya lampu.
Ø
Didukung dengan adanya lampu, bertujuan untuk pemancar panas bagi telur yang
akan ditetaskan.
Sampah yang menjadi masalah yang
memprihatinkan di wilayah seluruh Indonesia memang tidak terlepas dari tindakan
manusia itu sendiri. Namun, terlepas dari semuanya itu, penanganan sampah ini
tidak perlu dibebankan semuanya kepada pemerintah, tetapi bagaimana kita bisa
mengurangi sampah itu dengan cara yang sederhana.
Pembuatan sampah tripleks dan kaca
menjadi tempat penetasan telur adalah salah satu alternatif yang bisa
mengurangi sampah , pula memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, terutama
lingkungan dan bagi peternak.
Jika dihubungkan dengan teori
yang telah dipaparkan sebelumnya pada kajian teori mengenai pengolahan sampah
dengan cara pengkremasian, penimbunan, pembakaran, ataupun daur ulang,
alternatif yang kami buat ini sungguh jauh lebih sederhana dibandingkan hal
tersebut ditambah hasilnya akan sangat berguna.
Jadi melihat hasil ataupun produk yang telah
selesai dapat disimpulkan bahwa tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan
menjadi tempat penetasan telur yang bermanfaat bagi masyarakat yang
secara tidak langsung menunjukkan bahwa tujuan dari penelitian ini tercapai.
- HASIL
Persampahan
merupakan isu penting di lingkungan perkotaan yang terus menerus dihadapi
sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas
pembangunan. Peningkatan volume sampah yang bersifat eksponensial sekarang ini
memang belum dibarengi dengan peningkatan aktifitas pemeliharaan lingkungan.
Perkembangan
populasi sampah akibat tuntutan tambahan kebutuhan hidup manusia bila tidak
dibarengi kebijakan pengelolaan sampah yang baik sedini mungkin, cenderung akan
mengancam kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada, yang
ditandai dengan adanya perubahan fenomena alam atau kerusakan fisik lingkungan
yang pada gilirannya menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan mengancam
kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Kemampuan
Pemerintah Daerah dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Secara
Nasional, dari tahun 2000 sampai 2005, tingkat pelayanan baru mencapai
40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Pertambahan penduduk yang disertai
dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan juga menyebabkan semakin
tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Hal tersebut bertambah
sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani.
Berangkat dari
keprihatinan akan sampah yang semakin bertambah, maka muncul suatu ide bagi
kami untuk membuat suatu alternatif untuk mengurangi sampah. Berakar dari
ide tersebut, kami bermaksud mempergunakan sampah organik layaknya tripleks
bekas dan sampah anorganik layaknya kaca bekas tersebut menjadi sebuah barang
yang berguna
Berawal dari
ide pembuatan tripleks menjadi tempat penetasan telur, maka muncullah
permasalahan yang menjadi tolak ukur kami dalam pelaksanaan alternatif
ini. Apakah tripleks dan kaca bekas dapat dimanfaatkan menjadi tempat
penetasan telur ? bagaimana proses pembuatan tempat penetasan telur
dari tripleks dan kaca bekas ? apakah tempat penetasan telur ini bermanfaat ?
Dari rumusan masalah tersebut, kami mulai merencanakan untuk membuat tempat
penetasan telur. Dimulai dengan mengumpulkan berbagai variabel yang dibutuhkan
, pembuatan kerangka pikir , dan tentunya dengan melihat tehnik pengumpulan
data yang telah dibahas sebelumnya.
Setelah merencanakannya kami mulai
untuk mempraktekkan teori-teori yang telah dibuat pada perencanaan sebelumnya,
tentunya dengan tujuan untuk dapat menyelesaikan rumusan masalah yang telah ada
sebelumnya.
Dan akhirnya setelah 15 hari , tempat
penetasan telur telah selesai dibuat, yang secara tidak langsung menjawab
rumusan masalah yang muncul, yaitu :
1.
Tripleks dan kaca bekas dapat
dimanfaatkan menjadi tempat penetasan telur. Ditinjau dari fungsinya.
·
tripleks : sebagai dinding dari tempat
penetasan telur.
·
Kaca : sebagai dinding transparan untuk
melihat keadaan dalam tempat penetasan telur.
2.
Proses pembuatan tempat penetasan telur
dari tripleks dan kaca bekas adalah sebagai berikut :
·
Siapkan alat dan bahan.
·
Potong tripleks bekas menjadi 5 bagian
ukuran yang sama dengan menggunakan cutter ataupun gergaji.
·
Lalu, bentuk ke 5 bagian tersebut menjadi
kotak dengan menggunakan palu dan paku.
·
Kemudian, bagian yang belum tertutupi
tripleks, ditutupi dengan kaca transparan, yang gunanya melihat keadaan dalam
ruang tempat penetasan telur.
·
Setelah itu, buat lubang pada bagian
atas dinding tempat pentasan telur untuk memasukkan kabel, guna menyambung dan
menyalakan lampu.
·
Kemudian , pasang bolham dan gantung
dibagian langit tempat penetasan telur.
·
Letakkan pula, rak telur pada bagian dalam
tempat penetasan telur sebagai, tempat untuk meletakkan telur yang akan
ditetaskan.
3.
Tempat penetasan telur ini sangat bermanfaat
terutama pada peternak, yaitu :
·
Hasil individu yang didapatkan lebih
maksimal.
·
Dapat menetaskan
telur sendiri
Namun, jika dilihat dari sisi
lingkungan mengenai sampah bekas yang dipergunakan sebagai bahan utamanya yaitu
bermanfaat untuk membuat :
·
Lingkungan menjadi bersih dan asri.
·
Lingkungan menjadi terlepas dari masalah
sampah.
v Pelaksanaan
`
Hari
ke-
|
Kegiatan
|
1
|
Menentukan
tempat pencarian bahan
|
2
|
Mendapatkan tripleks bekas (
sampah bangunan)
|
3
|
Mendapatkan kaca bekas ( sampah kantor)
|
4
|
Menyiapkan
alat dan bahan
|
5
|
Membuat kerangka tempat penetasan
telur
|
6
|
Pemotongan
tripleks
Pembuatan
dinding
|
7
|
Pembuatan / pelekatan dinding
tripleks
|
8
|
Pembuatan / pelekatan dinding
tripleks
|
9
|
Pembuatan / pelekatan dinding
tripleks
|
10
|
Pemasangan engsel pintu
|
11
|
Pelekatan dinding kaca
|
12
|
Pencarian kabel dan bohlam
|
13
|
Pemasangan lampu
|
14
|
Pemasangan lampu
|
15
|
Pengecekan hasil
|
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Tripleks dan kaca bekas dapat
dimanfaatkan menjadi tempat pentasan telur..
2. Tempat penetasan telur bermanfaat
terutama bagi peternak, dan sampah yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan
tempat penetasan telur bermanfaat bagi lingkungan.
B. SARAN
1. Kami berharap dengan adanya
karya tulis ini, dapat mengembangkan lebih banyak ide-ide kreatif lagi untuk
mengolah sampah menjadi barang yang berguna.
2. Kami berharap pihak yang
terkait dapat menyempurnakan tulisan maupun hasil percobaan yang dilakukan.
Daftar Pustaka
Herlina Sulaiman, Dra. 2010. Penuntun Penyusunan Karya
Tulis Ilmiah Remaja (KIR). Makassar.
2009. Tugas mulok. Makassar
Rachmatya. 2002. Karya Tulis Ilmiah.
Makassar
HALAMAN
MOTTO
Kebersihan Itu Sebagian Dari Iman
0 komentar:
Posting Komentar