PENDIDIKAN ISLAM
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Pengantar Sejarah
Peradaban Islam
Yang Dibina Oleh Bapak Zainuddin Syarif, M. Ag
Oleh :
ABDUL BASID
NIM : 180 811 008
ABDUL HAYYI
NIM : 180 811 009
Kelas : A

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DAFTAR ISI
Halaman Judul……………………………………………………………..…i
Daftar Isi……………………………………………………………………...ii
BAB I : PENDAHULIAN…………………………………………….. 1
BAB II : PEMBAHASAN………………………………………….……2
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH
SAW DAN SAHABAT……………………………….……….2
BAB III :
PENUTUP
A.
KESIMPULAN……………………………….………...21
B.
SARAN……………………………………….…………22
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Mempelajari Sejarah
Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama Islam dan
pemimpin-pemimpin Islam. Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting,
terutama bagi pelajar-pelajar agama Islam dan pemimpin-pemimpin Islam. Dengan
mempelajari Sejarah Pendidikan Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan
kemunduran Islam baik dari cara didikannya maupun cara ajarannya. Dengan
Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam sebab kita dapat Mengetahui Kemajuan dan
kemunduran Islam dari cara didikannya baik cara maupun ajarannya. Khusunya
pendidikan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW. Khusunya pendidikan Islam pada
zaman Nabi Muhammad SAW.
Sebagai umat Islam,
hendaknya kita mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan wawasan
generasi mendatang di dalam pengetahuan sejarah tersebut. Sebagai umat Islam,
hendaknya kita Mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan generasi
Mendatang wawasan pengetahuan di dalam sejarah tersebut. Sejarah Pendidikan
Islam pada masa Nabi Muhammad SAW terdapat dua periode. Sejarah Pendidikan
Islam pada masa Nabi Muhammad SAW Terdapat dua periode. Yaitu periode Makkah
dan periode Madinah. Yaitu periode Makkah dan periode Madinah.
Pada periode Makkah, Nabi
Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada
masyarakat Arab yang bermukim di Makkah dan pada peroide di Madinah Nabi
Muhammad SAW melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Pada periode Mekah,
Nabi Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid
kepada masyarakat Arab yang bermukim di Makkah dan pada peroide di Madinah Nabi
Muhammad SAW Melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Disinilah pendidikan
Islam berkembang pesat. Disinilah pendidikan Islam berkembang pesat.
BAB
II
PEMBAHASAN
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH SAW
DAN SAHABAT
1. Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah
Pendidikan
Islam pada masa Rasulullah dapat dibedakan menjadi dua (2) periode:
- Periode Makkah Periode Makkah
- Periode Madinah Periode Madinah
Pendidikan
Islam Pada Masa Rasulullah di Makkah Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah di
Makkah.
Nabi
Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Makkah pada tahun 610
M.dalam wahyu itu termaktub ayat al-qur'an yang artinya: “Bacalah (ya Muhammad)
dengan nama tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Nabi Muhammad SAW
menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Mekah pada tahun 610 M.dalam wahyu
itu termaktub ayat al-qur'an yang artinya: "Bacalah (ya Muhammad) dengan
nama Tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari
segumpal darah. Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan
tuhanmu maha pemurah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha pemurah. Yang mengajarkan
dengan pena. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang
belum diketahuinya Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.[1]
Kemudian
disusul oleh wahyu yang kedua termaktub ayat al-qur'an yang artinya: Hai orang
yang berkemul (berselimut). Kemudian disusul oleh wahyu yang termaktub kedua
ayat al-qur'an yang artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah,
lalu berilah peringatan! Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu
agungkanlah! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah. dan pakaianmu
bersihkanlah. dan perbuatan dosa tinggalkanlah. dan perbuatan dosa
tinggalkanlah. dan janganlah kamu member (dengan maksud) memperoleh (balasan)
yang lebih banyak. dan janganlah kamu anggota (dengan maksud) Memperoleh
(balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah
dan untuk (Memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.[2]
Dengan
turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya
bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk member
peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas suci,
tugas mendidik dan mengajarkan Islam.kemudian kedua wahyu itu diikuti oleh
wahyu-wahyu yang lain. Dengan turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi
tugas oleh Allah, supaya bangun dan melemparkan kain selimut menyingsingkan
lengan baju untuk member peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia,
Sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan wahyu itu Islam.kemudian
kedua diikuti oleh wahyu - wahyu yang lain. Semuanya itu disampaikan dan
diajarkan oleh Nabi, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya
dengan sembunyi-sembunyi. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi,
mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan
sembunyi-sembunyi.
Setelah
banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al- Arqam bin Abil
Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. Setelah
banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al-Arqam bin Abil Arqam
untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan Pengikut-pengikutnya. di tempat
itulah pendiikan Islam pertama dalam sejarah pendidian Islam.disanalah Nabi
mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya
dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) alqur'an kepada para pengikutnya serta
Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama Islam atau
menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. di tempat itulah
pertama pendiikan Islam pendidian Islam.disanalah dalam sejarah Nabi
mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya
dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) Alqur'an kepada para Nabi serta
pengikutnya menerima tamu dan orang - orang yang hendak memeluk agama Islam
atau Menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Bahkan disanalah
Nabi beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya Bahkan disanalah Nabi
beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya.[3]
Lalu
turunlah wahyu untuk menyuruh kepada Nabi, supaya menyiarkan agama Islam kepada
seluruh penduduk jazirah Arab dengan terang-terangan. Lalu turunlah wahyu untuk
menyuruh kepada Nabi, supaya menyiarkan agama Islam kepada seluruh penduduk
Jazirah Arab dengan terang-terangan. Nabi melaksanakan tugas itu dengan
sebaik-baiknya. Nabi melaksanakan tugas itu dengan Sebaik-baiknya. Banyak
tantangan dan penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya. Banyak
tantangan dan penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya. Nabi tetap
melakukan penyiaran Islam dan mendidik sahabat-sahabatnya dengan pendidikan
Islam. Melakukan Penyiaran Nabi tetap Islam dan mendidik sahabat-sahabatnya
dengan pendidikan Islam.
Dalam masa
pembinaan pendidikan agama Islam di Makkah Nabi Muhammad juga mengajarkan
alqur'an karena al-qur'an merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran Islam.
Dalam masa pembinaan pendidikan agama Islam di Mekah Nabi Muhammad juga
mengajarkan Alqur'an karena al-qur'an Merupakan inti sari dan sumber pokok
ajaran Islam. Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya
Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya.[4]
Intinya
pendidikan dan pengajaran yang diberikan Nabi selama di Makkah ialah pendidikan
keagamaan dan akhlak serta menganjurkan kepda manusia, supaya mempergunakan
akal pikirannya memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam
semesta seagai anjuran pendidikan 'akliyah dan ilmiyah. Intinya pendidikan dan
pengajaran yang diberikan selama di Makkah Nabi ialah Keagamaan pendidikan dan
akhlak serta menganjurkan kepda manusia, supaya mempergunakan akal pikirannya
Memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta seagai
Anjuran pendidikan 'akliyah dan ilmiyah.
Mahmud
Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, menyatakan bahwa pembinaan pendidikan
Islam pada masa Makkah meliputi: Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan
Islam, Menyatakan Bahwa pembinaan pendidikan Islam pada masa Makkah meliputi:
Pendidikan Keagamaan
Pendidikan Keagamaan Yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata jangan
dipersekutukan dengan nama berhala. Yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah
semata jangan dipersekutukan dengan nama Berhala.
Pendidikan Akliyah dan
Ilmiah Akliyah Pendidikan dan Ilmiah Yaitu mempelajari kejadian manusiadari
segumpal darah dan kejadian alam semesta. Mempelajari yaitu kejadian
manusiadari segumpal darah dan kejadian alam semesta.
Pendidikan Akhlak dan Budi
pekerti Pendidikan Akhlak dan Budi pekerti Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan
kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid. Yaitu Nabi
Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan
ajaran tauhid.
Pendidikan Jasmani atau
Kesehatan. Pendidikan Jasmani atau Kesehatan Yaitu mementingkan kebersihan
pakaian, badan dan tempat kediaman. Yaitu mementingkan kebersihan pakaian,
badan dan tempat Kediaman.[5]
Pendidikan
Islam pada masa Rasulullah di Madinah Pendidikan Islam pada masa Rasulullah di
Madinah berbeda dengan periode di Makkah, pada periode Madinah Islam merupakan
kekuatan politik. Berbeda dengan periode di Makkah, pada periode Madinah
Merupakan Kekuatan Islam politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan
masyarakat banyak turun di Madinah. Ajaran Islam yang berkenaan dengan
kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad juga mempunyai
kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
Nabi Muhammad juga mempunyai kedudukan, bukan saja Sebagai kepala agama, tetapi
juga Sebagai kepala Negara.
Cara Nabi
melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agaam Islam di Madinah adalah
sebagai berikut: Cara Nabi Melakukan pembinaan pendidikan dan pengajaran agaam
Islam di Madinah adalah sebagai berikut:
Pembentukan dan pembinaan
masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik. Pembentukan dan
pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik.
Nabi
Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu
padu secara intern (ke dalam), dan ke luar diakui dan disegani oleh masyarakat
lainnya (sebagai satu kesatuan politik). Dasar-dasar tersebut adalah: Nabi
Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar Terbentuknya masyarakat yang bersatu
padu secara intern (ke dalam), dan ke luar diakui dan disegani oleh masyarakat
lainnya (Sebagai satu kesatuan politik). Dasar-dasar tersebut adalah:
Nabi
Muhammad SAW mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan anatr suku,
dengan jalan mengikat tali persaudaraan diantara mereka.nabi mempersaudarakan
dua-dua orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian diantara Muhajirin
dan Anshar. Nabi Muhammad saw mengikis habis sisa-sisa anatr Permusuhan dan
pertentangan suku, dengan jalan Mengikat tali persaudaraan diantara mereka.nabi
mempersaudarakan dua-dua orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian
diantara Muhajirin dan Anshar. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah
kokohlah persatuan kaum muslimin. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah
kokohlah persatuan kaum muslimin.[6]
Untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin
untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing
seperti waktu di Makkah. Untuk Memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad
menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan Bekerja sesuai dengan
kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah.
Untuk
menjalin kerjasama dan saling menolong dlam rangka membentuk tata kehidupan
masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syari'at zakat dan puasa, yang
merupakanpendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial, bnaik
secara materil maupun moral. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong
Membentuk dlam rangka tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah
syari'at zakat dan puasa, yang merupakanpendidikan bagi warga masyarakat dalam
tanggung jawab sosial, bnaik secara materil maupun moral.
Suatu
kebijaksanaan yang sangat efektif dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat
baru di Madinah, adalah disyari'atkannya media komunikasi berdasarkan wahyu,
yaitu shalat juma't yang dilaksanakan secara berjama'ah dan adzan. Suatu
Kebijaksanaan yang sangat efektif dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat
baru di Madinah, adalah media komunikasi disyari'atkannya berdasarkan wahyu,
yaitu shalat juma't yang dilaksanakan secara berjama'ah dan adzan. Dengan
sholat jum'at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara
langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat jama'ah jum'at
Dengan sholat jum'at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk
Mendengar khutbah secara langsung dari Nabi Muhammad SAW dan jama'ah shalat Jumat.
Rasa harga
diri dan kebanggaan sosial tersebut lebih mendalam lagi setelah Nabi Muhammad
SWA menapat wahyu dari Allah untuk memindahkan kiblat dalam shalat dari Baitul
Maqdis ke Baitul Haram Makkah, karena dengan demikian mereka merasa sebagai
umat yang memiliki identitas. Rasa harga diri dan kebanggaan sosial tersebut
lebih mendalam lagi setelah Nabi Muhammad SWA menapat wahyu dari Allah untuk
memindahkan kiblat dalam shalat dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram Makkah,
karena dengan demikian mereka Merasa Sebagai umat yang memiliki identitas. [7]
Setelah
selesai Nabi Muhammad mempersatukan kaum muslimin, sehingga menjadi bersaudara,
lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Setelah
selesai Nabi Muhammad mempersatukan kaum muslimin, Sehingga menjadi bersaudara,
lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Dalam
perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin,
tolong- menolong , bantu-membantu, terutama bila ada seranga musuh terhadap
Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan
kaum muslimin, tolong-menolong, bantu-membantu, terutama bila ada seranga musuh
terhadap Madinah. Mereka harus memperhatikan negri bersama-sama kaum Muslimin,
disamping itu kaum Yahudi merdeka memeluk agamanya dan bebas beribadat menurut
kepercayaannya. Memperhatikan Mereka harus bersama-sama negri kaum Muslimin,
disamping itu kaum Yahudi merdeka bebas memeluk agamanya dan beribadat menurut
kepercayaannya. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan oleh
Nabi Muhammad SAW. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan
oleh Nabi Muhammad SAW.[8]
Pendidikan
sosial politik dan kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan dan sosial
politik.
Materi
pendidikan sosial dan kewarnegaraan Islam pada masa itu adalah pokok-pokok
pikiran yang terkandung dalam konstitusi Madinah, yang dalam prakteknya
diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayat-ayat yang turun Selama
periode Madinah. Materi pendidikan dan sosial kewarnegaraan Islam pada masa itu
adalah pokok-pokok Pikiran yang terkandung dalam Konstitusi Madinah, yang dalam
prakteknya diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayat-ayat yang
turun Selama periode Madinah.
Tujuan
pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok pikiran konstitusi
Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas, baik dalam
kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok Pikiran
Konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas,
baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di
seluruh dunia.
Pendidikan
anak dalam Islam Pendidikan anak dalam Islam. Dalam Islam, anak merupakan
pewaris ajaran Islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan gnerasi muda
muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru
alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur'an berkaitan
dengan itu. Diantara peringatan-peringatan tersebut antara lain: Dalam Islam,
anak Merupakan Pewaris ajaran Islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw
dan gnerasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan Islam ke
seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam
Al-Qur'an berkaitan dengan itu. Diantara peringatan-peringatan tersebut antara
lain: Pada surat At-Tahrim ayat 6 terdapat
peringatan agar kita menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak)
dari kehancuran (api neraka) Pada surat
At-Tahrim ayat 6 Terdapat peringatan agar kita menjaga diri dan anggota
keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran (api neraka). Pada surat An-Nisa ayat 9,
terdapat agar janagan meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan
tidak berdaya menghadapi tantangan hidup. Pada surat An-Nisa ayat 9, agar janagan Terdapat
Meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya
Menghadapi tantangan hidup. Pada surat
Al-Furqan ayat 74, Allah SWT memperingatkan bahwa orang yang mendapatkan
kemuliaan antara lain adalah orang-orang yang berdo'a dan memohon kepada Allah
SWT, agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati. Pada surat Al-Furqan ayat 74,
Bahwa Allah SWT memperingatkan orang yang mendapatkan kemuliaan antara lain
adalah orang-orang yang berdo'a dan memohon kepada Allah SWT, agar dikaruniai
keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati. [9]
Adapun
garis-garis besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan oleh Nabi
Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Adapun
garis-garis besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan oleh Nabi
Muhammad SAW Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat surat
Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut: Luqman ayat 13-19 adalah sebagai
berikut:
Pendidikan Tauhid
Pendidikan Tauhid
Pendidikan Shalat
Pendidikan Shalat
Pendidikan adab sopan dan
santun dalam bermasyarakat Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat
Pendidikan adab dan sopan
santun dalam keluarga Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga
Pendidikan kepribadian
Pendidikan kepribadian[10]
Pendidikan kesehatan
Pendidikan kesehatan
Pendidikan akhlak.
Pendidikan akhlak. [11]
Perbedaan ciri pokok
pembinaan pendidikan Islam periode kota Makkah
dan kota Madinah: Perbedaan ciri pokok
pendidikan Islam periode pembinaan kota Mekah
dan kota
Madinah:
Periode
Periode kota
Makkah:
Pokok
pembinaan pendidikan Islam di Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota kota
Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai
tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar
tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan
sehari-hari. Makkah adalah tauhid pendidikan, titik beratnya adalah menanamkan
nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka
terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan Tingkah Laku dalam
kehidupan sehari-hari.
Periode Periode kota Madinah:
Pokok
pembinaan pendidikan Islam di kota
Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Pokok pembinaan
pendidikan Islam di kota
Madinah dapat dikatakan pendidikan Sebagai sosial dan politik. Yang merupakan
kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang
pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan
pantulan sinar tauhid tersebut. Yang Merupakan Kelanjutan dari pendidikan
tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar
dijiwai oleh ajaran, Merupakan cermin dan Pantulan sinar tauhid tersebut.
Kurikulum
Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa
Rasulullah SAW
Mengindentifikasikan kurikulum
pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar pada
sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Mengindentifikasikan
kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar
pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Rasulullah
memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan
rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di
jalan, dan di tempat-tempat lainnya. Rasulullah Memanfaatkan berbagai
kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan
ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di
tempat-tempat lainnya.
Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu
kepada Nabi, sebab selain Nabi tidak ada yang mempunyai otoritas untuk
menentukan materi-materi pendidikan Islam.Dapat dibedakan menjadi dua periode:
Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu kepada Nabi, sebab selain Nabi tidak ada
yang mempunyai Otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan Islam.Dapat
dibedakan menjadi dua periode:
Makkah
Materi yang diajarkan hanya berkisar
pada ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 Materi yang diajarkan hanya berkisar pada
ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 surat surat dan
petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits. dan
Petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits.
Materi yang diajarkan menerangkan
tentang kajian keagamaan yang menitikberatkan pada keimanan, ibadah dan akhlak.
Menerangkan materi yang diajarkan tentang Keagamaan kajian yang menitikberatkan
pada keimbangan, ibadah dan akhlak.
Madinah
Upaya pendidikan yang dilakukan Nabi
pertama-tama membangun lembaga masjid, melalui masjid ini Nabi memberikan
pendidikan Islam. Upaya pendidikan yang dilakukan pertama-tama Nabi membangun
lembaga masjid, melalui masjid ini Nabi Memberikan pendidikan Islam.
Materi pendidikan Islam yang diajarkan
berkisar pada bidang keimanan, akhlak, ibadah, kesehatan jasmanai dan
pengetahuan kemasyarakatan Pendidikan Islam materi yang diajarkan berkisar pada
bidang keimbangan, akhlak, ibadah, kesehatan dan pengetahuan jasmanai
Kemasyarakatan.
Metode yang dikembangkan oleh Nabi
adalah: Metode yang dikembangkan oleh Nabi adalah:
Dalam bidang keimanan: melalui Tanya
jawab dengan penghayatan yang mendalam dan di dukung oleh bukti-bukti yang
rational dan ilmiah. Dalam bidang keimbangan: Tanya jawab dengan melalui
penghayatan yang mendalam dan di dukung oleh bukti-bukti yang rasional dan
ilmiah.
Materi ibadah : disampaikan dengan metode
demonstrasi dan peneladanan sehingga mudah didikuti masyarakat. Materi ibadah:
disampaikan dengan metode peneladanan Demonstrasi dan mudah didikuti Sehingga
masyarakat.
Bidang akhlak: Nabi menitikberatkan
pada metode peneladanan. Bidang akhlak: Nabi menitikberatkan pada metode
peneladanan. Nabi tampil dalam kehidupan sebagai orang yang memiliki kemuliaan
dan keagungan baik dalam ucapan maupun perbuatan. Tampil dalam kehidupan Nabi
Sebagai orang yang memiliki kemuliaan dan Keagungan baik dalam ucapan maupun
perbuatan. [12]
Kebijakan Rasulullah dalam bidang pendidikan Rasulullah kebijakan dalam bidang
pendidikan.
Untuk melaksanakan fungsi utamanya
sebagai pendidik, Rasulullah telah melakukan serangkaian kebijakan yang amat
strategis serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Untuk melaksanakan fungsi
utamanya Sebagai Pendidik, Rasulullah telah Melakukan serangkaian kebijakan
yang amat strategis, serta sesuai dengan kondisi dan situasi.
Proses pendidikan pada zaman Rasulullah
berada di Makkah belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Proses pendidikan
pada zaman Rasulullah berada di Mekah belum Berjalan Sebagaimana yang
diharapkan. Hal yang demikian belum di mungkinkan, kaena pada saat itu Nabi
Muhammmad belum berperan sebagai pemimipin atau kepala Negara, bahkan beliau
dan para pengikutnya berada dalam baying-bayang ancaman pembunuhan dan kaum
kafir quraisy. Hal yang demikian belum di mungkinkan, kaena pada saat itu Nabi
Muhammmad belum berperan Sebagai pemimipin atau kepala Negara, bahkan beliau
dan para pengikutnya berada dalam baying-bayang dan ancaman pembunuhan kaum
kafir quraisy. Selama di Makkah pendidikan berlangsung dari rumah ke rumah
secara sembunyi-sembunyi. Selama di Makkah pendidikan berlangsung dari rumah ke
rumah secara sembunyi-sembunyi. Diantaranya yang terkenal adalah rumah
Al-Arqam.
Diantaranya yang terkenal adalah rumah
Al-Arqam. langkah yang bijaka dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahap awal Islam
ini adalah melarang para pengikutnya untuk menampakkan keIslamannya dalam
berbagai hak.tidak menemui mereka kecuali dengan cra sembunyi-sembunyi dalam
mendidik mereka. Bijaka Langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahap
awal ini adalah Islam melarang para pengikutnya untuk menampakkan keIslamannya
dalam berbagai hak.tidak menemui mereka kecuali dengan sembunyi-sembunyi cra
dalam mendidik mereka.
Setelah masyarakat Islam terbentuk di
Madinah barulah, barulah pendidikan Islam dapat berjalan dengan leluasa dan
terbuka secara umum.dan kebijakan yang telah dilakukan Nabi Muhammmad ketika di
Madinah adalah: Setelah masyarakat Islam di Madinah barulah terbentuk, barulah
pendidikan Islam dapat Berjalan dengan leluasa dan terbuka secara umum.dan
kebijakan yang telah dilakukan Nabi Muhammmad Ketika di Madinah adalah:
Membangun masjid di Madinah. Membangun
masjid di Madinah. Masjid inilah yang selanjutnya digunakan sebagai pusat
kegiatan pendidikan dan dakwah. Masjid inilah yang selanjutnya Digunakan
Sebagai pusat kegiatan pendidikan dan dakwah.
Mempersatukan berbagai potensi yang
semula saling berserakan bahkan saling bermusuhan. Mempersatukan berbagai
potensi yang semula saling berserakan Bahkan saling bermusuhan. Langkah ini
dituangkan dalam dokumen yang lebih popular disebut piagam Madinah. Langkah ini
dituangkan dalam dokumen yang lebih populer Disebut Piagam Madinah. Dengan
adanya piagam tersebut terwujudlah keadaan masyarakat yang tenang, harmonis dan
damai. Dengan adanya Piagam tersebut terwujudlah keadaan masyarakat yang
tenang, Harmonis dan damai. [13]Sedangkan
pendidikan Islam pada masa Kulafa al-Rasyidin, Tahun-tahun pemerintahan Khulafa
al-Rasyidin merupakan perjuangan terus menerus antara hak yang mereka bawa dan
dakwahkan kebatilan yang mereka perangi dan musuhi. Tahun-tahun pemerintahan
Khulafa al-Rasyidin Merupakan perjuangan terus menerus antara hak yang mereka
bawa dan dakwahkan kebatilan yang mereka musuhi dan perangi. Pada zaman khulafa
al-Rasyidin seakan-akan kehidupan Rasulullah SAW itu terulang kembali. Pada
zaman khulafa al-Rasyidin seakan-akan kehidupan Rasulullah SAW itu terulang kembali.
Pendidikan Islam masih tetap memantulkanAl-Qur'an dan Sunnah di ibu kota khilafah di Makkah,
di Madinah dan di berbagai negri lain yang ditaklukan oleh orang-orang Islam.
Pendidikan Islam masih tetap memantulkanAl-Qur'an dan Sunnah di ibu kota khilafah di Makkah,
di Madinah dan di berbagai negri lain yang ditaklukan oleh orang-orang Islam. [14]
Berikut penguraian tentang pendidikan
Islam pada masa Khulafa al- Rasyidin: Berikut penguraian tentang pendidikan
Islam pada masa Khulafa al-Rasyidin:
Masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq Masa
Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti
pada masa Nabi, baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya. Pola
pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi, baik dari segi
materi maupun lembaga pendidikannya. Dari segi materi pendidikan Islam terdiri
dari pendidikan tauhid atau keimanan, akhlak, ibadah, kesehatan, dan lain
sebagainya. Dari segi materi pendidikan terdiri dari pendidikan Islam atau
keimbangan tauhid, akhlak, ibadah, kesehatan, dan lain sebagainya. Menurut
Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar membaca menulis ini disebut dengan Kuttab.
Kuttab merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid, selanjutnya
Asama Hasan Fahmi mengatakan bahwa Kuttab didirikan oleh orang-orang Arab pada
masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah Madinah, sedangkan
yang bertindak sebagai tenaga pendidik adalah para sahabat rasul terdekat.
Menurut Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar membaca menulis ini Disebut dengan
Kuttab. Kuttab Merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid,
selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan Bahwa Kuttab Didirikan oleh
orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini
adalah Madinah, Sedangkan yang Sebagai tenaga Pendidik bertindak adalah para
sahabat rasul terdekat. [15]
Lembaga pendidikan Islam masjid, masjid
dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan, dan lembaga
pendidikan Islam, sebagai tempat shalat berjama'ah, membaca Al-qur'an dan lain
sebagainya. Lembaga pendidikan Islam masjid, masjid dijadikan Sebagai Benteng
pertahanan rohani, tempat pertemuan, dan lembaga pendidikan Islam, Sebagai
tempat shalat berjama'ah, membaca Al-qur'an dan lain sebagainya.
Masa Khalifah Umar bin Khattab Masa
Khalifah Umar bin Khattab
Berkaitan dengan masalah pendidikan,
khalifah Umar bin Khattab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan
pendidikan di Berkaitan dengan masalah pendidikan, khalifah Umar bin Khattab
Merupakan seorang yang Melakukan Penyuluhan Pendidik pendidikan di kota kota
Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan pasar-pasar
serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukan
itu, mereka bertugas mengajarkan isi Al-qur'an dan ajaran Islam lainnya. Adapun
metode yang mereka pakai adalah guru duduk di halaman masjid sedangkan murid
melingkarinya. Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan
pasar-pasar serta Mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang
ditaklukan itu, mereka bertugas mengajarkan isi Al-qur'an dan ajaran Islam
lainnya. Adapun metode yang mereka pakai adalah guru duduk di halaman masjid
Sedangkan murid melingkarinya.
Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah
Umar bin Kattab lebih maju, sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam
keadaan stabil dan aman, ini disebabkan disamping telah ditetapkannya masjid
sebagai pusat pendidikan juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam
di berbagai kota dengan materi yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa,
menulis, dan pokok ilmu-ilmu lainnya. Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah
Umar bin Kattab lebih maju, sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam
keadaan stabil dan aman, ini disebabkan telah ditetapkannya disamping masjid
Sebagai pusat pendidikan juga telah Terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam
di berbagai kota dengan materi yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa,
menulis, dan pokok ilmu-ilmu lainnya. [16]
Pendidikan dikelola di bawah pengaturan
gubernur yang berkuasa saat itu,serta diiringi kemajuan di berbagai bidang,
seperti jawatan pos, kepolisian, baitulmal dan sebagainya. Pendidikan Dikelola
Pengaturan di bawah gubernur yang berkuasa saat itu, serta diiringi Kemajuan di
berbagai bidang, seperti Jawatan pos, Kepolisian, baitulmal dan sebagainya.
Adapun sumber gaji para pendidik waktu itu diambilkan dari daerah yang
ditaklukan dan dari baitulmal. Adapun sumber gaji para Pendidik waktu itu
diambilkan dari daerah yang ditaklukan dan dari baitulmal.
Masa Khalifah Usman bin Affan. Pada
masa khalifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan Islam tidak jauh berbeda
dengan masa sebelumnya. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pelaksanaan
pendidikan Islam tidak jauh Berbeda dengan masa sebelumnya. Pendidikan di masa
ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan
yang mewarnai pendidikan Islam. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa
yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan
Islam. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat
dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan Madinah di masa
khalifah Umar, diberikan kelonggaran untuk keluar di daerah-daerah yang mereka
sukai. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat
dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan Meninggalkan Madinah di masa
khalifah Umar, kélong diberikan untuk keluar di daerah-daerah yang mereka
sukai. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di
daerah-daerah. Kebijakan ini Pengaruhnya sangat besar bagi pelaksanaan
pendidikan di daerah-daerah.
Proses pelaksanaan pola pendidikan pada
masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh seluruh peserta
didik yang ingin menuntut dan belajar Islam dan dari segi pusat pendidikan juga
lebih banyak, sebab pada masa ini para sahabat memilih tempat yang mereka
inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Proses pola pelaksanaan
pendidikan pada masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh
seluruh peserta didik yang ingin Menuntut dan belajar Islam dan dari segi
pendidikan pusat juga lebih banyak, sebab pada masa para sahabat ini memilih
tempat yang mereka Inginkan untuk Memberikan pendidikan kepada masyarakat. [17]
Tugas mendidik dan mengajar umat pada
masa ini diserahkan pada umat itu sendiri, artinya pemerintah tidak mengangkat
guru-guru, dengan demikian para pendidik sendiri melaksanakan tugasnya hanya
dengan mengharapkan keridhaan Allah. Tugas mendidik dan mengajar umat pada masa
ini diserahkan pada umat itu sendiri, artinya pemerintah tidak Mengangkat
guru-guru, dengan demikian para Pendidik sendiri hanya melaksanakan tugasnya
dengan mengharapkan keridhaan Allah.
Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Pada
masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan, sehingga di masa ia
berkuasa pemerintahannya tidak stabil. Pada masa Ali telah terjadi kekacauan
dan Pemberontakan, Sehingga ia berkuasa di masa pemerintahannya tidak stabil.
Dengan kericuhan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan Islam
mendapat hambatan dan gangguan. Kericuhan dengan politik pada masa Ali
berkuasa, kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Pada saat
itu ali tidak sempat lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan
perhatiannya itu ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi seluruh
masyarakat Islam. Pada saat itu ali lagi tidak sempat memikirkan masalah
pendidikan keseluruhan sebab itu ditumpahkan perhatiannya pada masalah keamanan
dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Islam. [18]
Adapun pusat-pusat pendidikan pada masa
Khulafa al-Rasyidin antara lain: Adapun pusat-pusat pendidikan pada masa
Khulafa al-Rasyidin antara lain:
Makkah
Madinah
Basrah
Kuffah
Damsyik (Syam) Damsyik (Syam)
Mesir. [19]
2. Pada Masa khulafa al
Rasyidin (632-661M./ 12-41H)
Kurikulum Pendidikan Islam Masa khulafa
al Rasyidin (632-661M./ 12-41H). Sistem pendidikan Islam pada masa khulafa
al-Rasyidin dilakukan secara mandiri,tidak dikelola oleh pemerintah, kecuali
pada masa Khalifah Umar bin al;khattab yang turut campur dalam menambahkan
materi kurikulum pada lembaga kuttab. Sistem pendidikan Islam pada masa khulafa
al-Rasyidin dilakukan secara mandiri, tidak Dikelola oleh pemerintah, kecuali
pada masa Khalifah Umar bin al; Khattab yang turut campur dalam materi
kurikulum Menambahkan lembaga pada Kuttab.
Materi pendidikan Islam yang diajarkan
pada masa khalifah Al-Rasyidin sebelum masa Umar bin Khattab, untuk pendidikan
dasar: Materi pendidikan yang diajarkan Islam pada masa khalifah Al-Rasyidin sebelum
masa Umar bin Khattab, untuk pendidikan dasar:
1). Membaca dan menulis
Membaca dan menghafal Al-Qur'an Membaca
dan Menghafal Al-Qur'an
Pokok-pokok agama Islam, seperti cara
wudlu, shalat, shaum dan sebagainya Pokok-pokok agama Islam, seperti cara
wudlu, shalat, shaum dan sebagainya.
Ketika Umar bin Khattab diangkat
menjadi khalifah, ia menginstruksikan kepada penduduk Ketika Umar bin Khattab
diangkat menjadi khalifah, ia menginstruksikan kepada penduduk kota
kota agar
anak-anak diajari: agar anak-anak diajari:
2). Berenang
3). Mengendarai unta mengendarai unta
4). Memanah
Membaca dan menghapal
syair-syair yang mudah dan peribahasa. Membaca dan menghapal syair-syair yang
mudah dan Peribahasa. Sedangkan materi pendidikan pada tingkat menengah dan
tinggi terdiri dari: Sedangkan materi pada tingkat pendidikan menengah dan
tinggi terdiri dari:
1). Al-qur'an dan tafsirnya
2). Hadits dan pengumpulannya
3). Fiqh (tasyri') [20]
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pokok
pembinaan pendidikan Islam di Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota kota
Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai
tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar
tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan
sehari-hari. Makkah adalah tauhid pendidikan, titik beratnya adalah menanamkan
nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka
terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan Tingkah Laku dalam
kehidupan sehari-hari.
Pokok
pembinaan pendidikan Islam di kota
Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Pokok pembinaan
pendidikan Islam di kota
Madinah dapat dikatakan pendidikan Sebagai sosial dan politik. Yang merupakan
kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang
pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan
pantulan sinar tauhid tersebut. Yang Merupakan Kelanjutan dari pendidikan
tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar
dijiwai oleh ajaran, Merupakan cermin dan Pantulan sinar tauhid tersebut.
Pendidikan
pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan pendidikan pada masa
Rasulullah. Pendidikan pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh Berbeda dengan
pendidikan pada masa Rasulullah. Pada masa khalifah Umar bin Khattab,
pendidikan sudah lebih meningkat dimana pada masa khalifah Umar, guru-guru
sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukan.
Pada masa khalifah Umar bin Khattab, pendidikan sudah lebih meningkat dimana
pada masa khalifah Umar, guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke
daerah-daerah yang baru ditaklukan. Pada masa khalifah Usman bin Affan,
pendidikan diserahkan pada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah
saja, tetapi sudah di bolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar.pada masa
khalifah Ali bin Abi Thalib, pendidikan kurang mendapat perhatian, ini
disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada
kekacauan. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pendidikan diserahkan pada
rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah di bolehkan
ke daerah-daerah mengajar.pada untuk masa khalifah Ali bin Abi Thalib,
pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu
dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan.
B. SARAN
Penulis yakin 100 %
bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karenanya
saran yang mendidik dari pembaca sangat diharapkan sesuai kapasitas pengetahuan
yang ia miliki.
Mudah
mudahan makalah ini dapat diambil manfaat oleh siapapun serta mendapat ridha
Allah SWT. Amien.
DAFTAR
PUSTAKA
Arief, Armai, Sejarah
Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga
Pendidikan Islam Klasik. Penerbit
Angkasa, 2005.
Langgulung, Hasan, Asas-asas Pendidikan
Islam , Jakarta:
Pustaka Husna, 1988..
Nata, Abuddin, Perspektif Pendidikan
Islam Hadits. Ciputat: UIN Jakarta
Press, 2005
Nizar, Samsul, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Kencana, 2008
Yunus, Mahmud, Sejarah Pendidikan
Islam, Jakarta:
PT. Hidakarya Agung, 1992
Zuhairini,dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara,cet.9,2008
[1](QS
Al-Alaq: 1-5)
[2](QS
Al-Mudatsir: 1-7)
[3]Prof.
Dr.H. Prof Dr.H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta:
PT. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1992. Hidakarya
Agung, 1992. Hal 6 Hal 6
[4]Dra.
Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 28
Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta:
Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 28
[5]Dra.Zuhairini,dkk,
Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9,2008 hal 27
Dra.Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008
hal 27
[6]Prof.Dr.H.Mahmud
Yunus, Sejarah Pendidikan Islam , [6]
Prof.Dr.H.Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta
Jakarta
:PT.Raja Grafindo, 1992 Persada,2008. : PT.Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008.
Hal 26 Hal 26
[7]Dra.
Dra. Zuhairini,dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara, cet.9,2008 hal 37
UIN, SPI 2, Kelas 3D Jakarta. 2008
3A. KELEMAHAN-KELEMAHAN YANG ADA PADA ARTIKEL INI
1. Kelemahan Dalam Segi Penulisan
- Didalam artikel ini tidak tertera adanya gambar-gambar yang
dapat menjadi pendukung mengenai pengkajian sebuah permasalahan yang telah
dibahas, sehingga akan sedikit menyulitkan pembaca didalam memahami apa yang
sebenarnya menjadi gambaran dari permasalahan yang telah dikaji didalam artikel
tersebut.
- Dalam artikel juga tidak ditemukan dalil yang berbentuk tulisan
arab hanya terdapat maknanya saja yang dituliskan kedalam bentuk bahasa
Indonesia dari hal itu maka akan juga kurang memantapkan penjelasan-penjelasan
dalam pengkajian mengenai masalah-masalah yang termasuk kedalam ruang lingkup
keagamaan, padahal didalam agama islam ada dua sumber hukum islam yang
dijadikan landasan suatu permasalahan yakni alqur’an dan hadits yang seharusnya
disiratkan disertai dengan tulisan arabnya sehingga lebih meyakinkan si pembaca
dan juga di dalam artikel ini tidak ada dalil yang bersumber dari alqur’an
hanya yang ada dalil yang bersumber dari hadits jika ada seharusnya ditulis di
artikel ini.
2. Kelemahan Mengenai Sistem Ruwatan Didaerah
Jawa Setelah Terislamisasi Dan Dipengaruhi Makna Politik
- Ruwatan di daerah jawa sudah tida asli lagi sehingga ritual
dalam dalam ruwatan di daerah jawa yang sebenarnya telah mengalami perubahan
secara drastis ini dikarenakan adanya akulturasi kebudayaan ruwatan ini dengan
nilai-nilai islam, sehingga memungkinkan akan menghilangkan proses-proses asli
ruwatan yang ada di Jawa tersebut dan memungkinkan juga ritual dalam kebudayaan
ruwatan asli jawa tersebut menjadi yang tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran
yang terkandung dalam islam tetapi ruwatan yang sudah mengalami akulturasi juga
akan ikut terkikis karena adanya golongan-golongan islam yang tidak menerima
tentang kebudayaan yang ada seperti golongan Muhamadiyah khususnya sebagian
masyarakat islam yang ada di Jawa yang mengikuti ajaran tersebut.
- Adanya pemanfaatan secara politis yaitu didalam kebudayaan
ruwatan yang sudah ada yaitu didalam kebudayaan ruwatan yang sudah ada yang
merupakan hasil peninggalan nenek moyang kita kini telah terisolasi oleh
partai-partaipolitik sehingga akan mengurangi nilai-nilai kebudayaan dari pada
ruwatan itu sendiri karena pada zaman ini ketika tiba masa pemilihan umum, maka
kebanaykan dari para pelopor-pelopor dari dari parpol (partai politik) yang
mengadakan ruwatan atau menyumbang untuk prosesi ruwatan tersebut untuk menarik
perhatian masyarakat agar memilih partai yang telah dikehendaki oleh para
anggota parpol tersebut. Dan hal yang seperti ini juga tidak hanya terjadi pada
kebudayaan ruwatan tetapi pada kebudayaan-kebudayaan lain seperti Rokat
Tasek dan sebagainya. Tidak hanya itu pula didalam forum islami pun juga
telah terisolasi oleh makna politis seperti yang ada pada acara pengajian dan
lain-lain. Misalnya para anggota parpol mengadakan pengajian dengan mengundang
salah seorang penceramah terkenal, pada acara inipun nialai-niali yang terdapat
didalamnya sudah terkikis oleh makna politis meskipun tidak semuanya namun
dalam periode tertentu. Misalnya pada masa pergantian pamerintahan maka ruwatan
inilah yang sering dijadikan ajang pengambilan perhatian masyarakat dalam ikut berpolitik.
3B. KELEBIHAN-KELEBIHAN YANG ADA PADA ARTIKEL INI
1. Kelebihan Dalam Segi Penulisan
- Didalam artikel ini penjabaran didalam menjelaskan tentang
pengkajian, tentang permasalahan yang dibahas didalam buku telah tersususn
secara terperinci mulai dari segi pengertian sampai pada komponen-komponen dan
serta pada hubungan-hubungan dari permasalahan yang telah dikaji terdapat
pembagian-pembagian berdasarkan urutannya secara tertib, maka dengan begitu
tidak akan membingungkan bagi pembaca didalam artikel sehingga akan mempermudah
didalam pemahaman tentang masalah apa yang sebenarnya telah dikaji dalam
artikel ini.
- Didalam artikel ini juga di lengkapi footnote sehingga
memudahkan si pembaca untuk mengetahui dari mana kutipan tersebut dan juga di
dalam footnote ada penjelasan mengenai kata atau kalimat yang masih
membutuhkan penjelasan seperti istilah-istilah dalam bahasa jawa misalnya tingkeban,
bokohan, dan lain-lain.
2. Kelebihan Kebudayaan Ruwatan Di Jawa Setelah
Terislamisasi
- Sejak masuknya nilai-nilai islam pada proses ritual ruwatan di
Jawa sejak itu pula proses acara pada acara ruwatan ini telah berubah menjadi
acara yang lebih bermanfaat dalam segala hal seperti sedekah, dan lain-lain.
Jadi dengan begitu upacara ritual ruwatan yang sebelumnya di isi dengan acara
yang bisa dibilang tidak bermanfaat yang bisa di bilang hanya berupa pesta kini
telah diubah proses acara ruwatan ini ke arah yang lebih bermanfaat seperti
bersedekah, mengaji, shalawat, doa-doa, dan lain sebagainya.
[4] Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,
cet.9, 2008. Hal 28
[5] Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,
cet.9, 2008. Hal 27
[6] Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam,
Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 26
[7] Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,
cet.9, 2008. Hal 37
[8] Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam,
Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 16
[9] Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,
cet.9, 2008. Hal 55
[10] Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara,
cet.9, 2008. Hal 58
[11] Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam,
Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 18
[12] Dr.Armai Arief, MA, Sejarah Dr.Armai Arief, MA, Sejarah
Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik. Bandung: Penerbit
Angkasa,2005. Hal 135-136
[13] Prof.Dr.H.Abuddin Nata,
MA, Pendidikan Islam
Perspektif Hadits. Ciputat: UIN Jakarta Press 2005 hal 24
[14] Prof Dr. Hasan Langgulung, Asas-asas Pendidikan Islam , Jakarta: Pustaka Husna,
1988. Hal 121
[15] Prof Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Kencana, 2008
hal 45
[16] Prof Dr. H. Samsul Nizar,
M.Ag, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta:
Kencana, 2008 hal 45
0 komentar:
Posting Komentar