PENDIDIKAN ISLAM

PADA MASA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Pengantar Sejarah Peradaban Islam
Yang Dibina Oleh Bapak Zainuddin Syarif, M. Ag





Oleh :
ABDUL BASID
NIM : 180 811 008
ABDUL HAYYI
NIM : 180 811 009
Kelas : A















SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI  PAMEKASAN
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JANUARI 2010
DAFTAR ISI



Halaman Judul……………………………………………………………..…i
Daftar Isi……………………………………………………………………...ii
BAB I         :  PENDAHULIAN…………………………………………….. 1
BAB II        : PEMBAHASAN………………………………………….……2
                       PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH
                       SAW DAN SAHABAT……………………………….……….2
BAB III       : PENUTUP
A.    KESIMPULAN……………………………….………...21
B.     SARAN……………………………………….…………22
DAFTAR PUSTAKA














BAB I
PENDAHULUAN
Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama Islam dan pemimpin-pemimpin Islam. Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam amat penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama Islam dan pemimpin-pemimpin Islam. Dengan mempelajari Sejarah Pendidikan Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan kemunduran Islam baik dari cara didikannya maupun cara ajarannya. Dengan Mempelajari Sejarah Pendidikan Islam sebab kita dapat Mengetahui Kemajuan dan kemunduran Islam dari cara didikannya baik cara maupun ajarannya. Khusunya pendidikan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW. Khusunya pendidikan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Sebagai umat Islam, hendaknya kita mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan wawasan generasi mendatang di dalam pengetahuan sejarah tersebut. Sebagai umat Islam, hendaknya kita Mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan generasi Mendatang wawasan pengetahuan di dalam sejarah tersebut. Sejarah Pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW terdapat dua periode. Sejarah Pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW Terdapat dua periode. Yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Yaitu periode Makkah dan periode Madinah.
Pada periode Makkah, Nabi Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang bermukim di Makkah dan pada peroide di Madinah Nabi Muhammad SAW melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Pada periode Mekah, Nabi Muhammad lebih menitik beratkan pembinaan moral dan akhlak serta tauhid kepada masyarakat Arab yang bermukim di Makkah dan pada peroide di Madinah Nabi Muhammad SAW Melakukan pembinaan di bidang sosial politik. Disinilah pendidikan Islam berkembang pesat. Disinilah pendidikan Islam berkembang pesat.


BAB II
PEMBAHASAN
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH SAW DAN SAHABAT
1.  Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah
Pendidikan Islam pada masa Rasulullah dapat dibedakan menjadi dua (2) periode:
  1. Periode Makkah Periode Makkah
  2. Periode Madinah Periode Madinah
Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah di Makkah Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah di Makkah.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Makkah pada tahun 610 M.dalam wahyu itu termaktub ayat al-qur'an yang artinya: “Bacalah (ya Muhammad) dengan nama tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama di Gua Hira di Mekah pada tahun 610 M.dalam wahyu itu termaktub ayat al-qur'an yang artinya: "Bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah menjadikan (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Dia menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmu maha pemurah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha pemurah. Yang mengajarkan dengan pena. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.[1]
Kemudian disusul oleh wahyu yang kedua termaktub ayat al-qur'an yang artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Kemudian disusul oleh wahyu yang termaktub kedua ayat al-qur'an yang artinya: Hai orang yang berkemul (berselimut). Bangunlah, lalu berilah peringatan! Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah. dan pakaianmu bersihkanlah. dan perbuatan dosa tinggalkanlah. dan perbuatan dosa tinggalkanlah. dan janganlah kamu member (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan janganlah kamu anggota (dengan maksud) Memperoleh (balasan) yang lebih banyak. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah dan untuk (Memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.[2]
Dengan turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya bangun melemparkan kain selimut dan menyingsingkan lengan baju untuk member peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia, sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan Islam.kemudian kedua wahyu itu diikuti oleh wahyu-wahyu yang lain. Dengan turunnya wahyu itu Nabi Muhammad SAW telah diberi tugas oleh Allah, supaya bangun dan melemparkan kain selimut menyingsingkan lengan baju untuk member peringatan dan pengajaran kepada seluruh umat manusia, Sebagai tugas suci, tugas mendidik dan mengajarkan wahyu itu Islam.kemudian kedua diikuti oleh wahyu - wahyu yang lain. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan sembunyi-sembunyi. Semuanya itu disampaikan dan diajarkan oleh Nabi, mula-mula kepada karib kerabatnya dan teman sejawatnya dengan sembunyi-sembunyi.
Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al- Arqam bin Abil Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya. Setelah banyak orang memeluk Islam, lalu Nabi menyediakan rumah Al-Arqam bin Abil Arqam untuk tempat pertemuan sahabat-sahabat dan Pengikut-pengikutnya. di tempat itulah pendiikan Islam pertama dalam sejarah pendidian Islam.disanalah Nabi mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) alqur'an kepada para pengikutnya serta Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. di tempat itulah pertama pendiikan Islam pendidian Islam.disanalah dalam sejarah Nabi mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya dan membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) Alqur'an kepada para Nabi serta pengikutnya menerima tamu dan orang - orang yang hendak memeluk agama Islam atau Menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Bahkan disanalah Nabi beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya Bahkan disanalah Nabi beribadah (sholat) bersama sahabat-sahabatnya.[3]
Lalu turunlah wahyu untuk menyuruh kepada Nabi, supaya menyiarkan agama Islam kepada seluruh penduduk jazirah Arab dengan terang-terangan. Lalu turunlah wahyu untuk menyuruh kepada Nabi, supaya menyiarkan agama Islam kepada seluruh penduduk Jazirah Arab dengan terang-terangan. Nabi melaksanakan tugas itu dengan sebaik-baiknya. Nabi melaksanakan tugas itu dengan Sebaik-baiknya. Banyak tantangan dan penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya. Banyak tantangan dan penderitaan yang diterima Nabi dan sahabat-sahabatnya. Nabi tetap melakukan penyiaran Islam dan mendidik sahabat-sahabatnya dengan pendidikan Islam. Melakukan Penyiaran Nabi tetap Islam dan mendidik sahabat-sahabatnya dengan pendidikan Islam.
Dalam masa pembinaan pendidikan agama Islam di Makkah Nabi Muhammad juga mengajarkan alqur'an karena al-qur'an merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran Islam. Dalam masa pembinaan pendidikan agama Islam di Mekah Nabi Muhammad juga mengajarkan Alqur'an karena al-qur'an Merupakan inti sari dan sumber pokok ajaran Islam. Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya Disamping itu Nabi Muhamad SAW, mengajarkan tauhid kepada umatnya.[4]
Intinya pendidikan dan pengajaran yang diberikan Nabi selama di Makkah ialah pendidikan keagamaan dan akhlak serta menganjurkan kepda manusia, supaya mempergunakan akal pikirannya memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta seagai anjuran pendidikan 'akliyah dan ilmiyah. Intinya pendidikan dan pengajaran yang diberikan selama di Makkah Nabi ialah Keagamaan pendidikan dan akhlak serta menganjurkan kepda manusia, supaya mempergunakan akal pikirannya Memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta seagai Anjuran pendidikan 'akliyah dan ilmiyah.
Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, menyatakan bahwa pembinaan pendidikan Islam pada masa Makkah meliputi: Mahmud Yunus dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, Menyatakan Bahwa pembinaan pendidikan Islam pada masa Makkah meliputi:
Pendidikan Keagamaan Pendidikan Keagamaan Yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata jangan dipersekutukan dengan nama berhala. Yaitu hendaklah membaca dengan nama Allah semata jangan dipersekutukan dengan nama Berhala.
Pendidikan Akliyah dan Ilmiah Akliyah Pendidikan dan Ilmiah Yaitu mempelajari kejadian manusiadari segumpal darah dan kejadian alam semesta. Mempelajari yaitu kejadian manusiadari segumpal darah dan kejadian alam semesta.
Pendidikan Akhlak dan Budi pekerti Pendidikan Akhlak dan Budi pekerti Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid. Yaitu Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar berakhlak baik sesuai dengan ajaran tauhid.
Pendidikan Jasmani atau Kesehatan. Pendidikan Jasmani atau Kesehatan Yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat kediaman. Yaitu mementingkan kebersihan pakaian, badan dan tempat Kediaman.[5]
Pendidikan Islam pada masa Rasulullah di Madinah Pendidikan Islam pada masa Rasulullah di Madinah berbeda dengan periode di Makkah, pada periode Madinah Islam merupakan kekuatan politik. Berbeda dengan periode di Makkah, pada periode Madinah Merupakan Kekuatan Islam politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad juga mempunyai kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara. Nabi Muhammad juga mempunyai kedudukan, bukan saja Sebagai kepala agama, tetapi juga Sebagai kepala Negara.
Cara Nabi melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agaam Islam di Madinah adalah sebagai berikut: Cara Nabi Melakukan pembinaan pendidikan dan pengajaran agaam Islam di Madinah adalah sebagai berikut:
Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik. Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik.
Nabi Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern (ke dalam), dan ke luar diakui dan disegani oleh masyarakat lainnya (sebagai satu kesatuan politik). Dasar-dasar tersebut adalah: Nabi Muhammad SAW mulai meletakkan dasar-dasar Terbentuknya masyarakat yang bersatu padu secara intern (ke dalam), dan ke luar diakui dan disegani oleh masyarakat lainnya (Sebagai satu kesatuan politik). Dasar-dasar tersebut adalah:
Nabi Muhammad SAW mengikis habis sisa-sisa permusuhan dan pertentangan anatr suku, dengan jalan mengikat tali persaudaraan diantara mereka.nabi mempersaudarakan dua-dua orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian diantara Muhajirin dan Anshar. Nabi Muhammad saw mengikis habis sisa-sisa anatr Permusuhan dan pertentangan suku, dengan jalan Mengikat tali persaudaraan diantara mereka.nabi mempersaudarakan dua-dua orang, mula-mula diantara sesama Muhajirin, kemudian diantara Muhajirin dan Anshar. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah kokohlah persatuan kaum muslimin. Dengan lahirnya persaudaraan itu bertambah kokohlah persatuan kaum muslimin.[6]
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah. Untuk Memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nabi Muhammad menganjurkan kepada kaum Muhajirin untuk berusaha dan Bekerja sesuai dengan kemampuan dan pekerjaan masing-masing seperti waktu di Makkah.
Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong dlam rangka membentuk tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syari'at zakat dan puasa, yang merupakanpendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial, bnaik secara materil maupun moral. Untuk menjalin kerjasama dan saling menolong Membentuk dlam rangka tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syari'at zakat dan puasa, yang merupakanpendidikan bagi warga masyarakat dalam tanggung jawab sosial, bnaik secara materil maupun moral.
Suatu kebijaksanaan yang sangat efektif dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat baru di Madinah, adalah disyari'atkannya media komunikasi berdasarkan wahyu, yaitu shalat juma't yang dilaksanakan secara berjama'ah dan adzan. Suatu Kebijaksanaan yang sangat efektif dalam pembinaan dan pengembangan masyarakat baru di Madinah, adalah media komunikasi disyari'atkannya berdasarkan wahyu, yaitu shalat juma't yang dilaksanakan secara berjama'ah dan adzan. Dengan sholat jum'at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk secara langsung mendengar khutbah dari Nabi Muhammad SAW dan shalat jama'ah jum'at Dengan sholat jum'at tersebut hampir seluruh warga masyarakat berkumpul untuk Mendengar khutbah secara langsung dari Nabi Muhammad SAW dan jama'ah shalat Jumat.
Rasa harga diri dan kebanggaan sosial tersebut lebih mendalam lagi setelah Nabi Muhammad SWA menapat wahyu dari Allah untuk memindahkan kiblat dalam shalat dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram Makkah, karena dengan demikian mereka merasa sebagai umat yang memiliki identitas. Rasa harga diri dan kebanggaan sosial tersebut lebih mendalam lagi setelah Nabi Muhammad SWA menapat wahyu dari Allah untuk memindahkan kiblat dalam shalat dari Baitul Maqdis ke Baitul Haram Makkah, karena dengan demikian mereka Merasa Sebagai umat yang memiliki identitas. [7]
Setelah selesai Nabi Muhammad mempersatukan kaum muslimin, sehingga menjadi bersaudara, lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Setelah selesai Nabi Muhammad mempersatukan kaum muslimin, Sehingga menjadi bersaudara, lalu Nabi mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, penduduk Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin, tolong- menolong , bantu-membantu, terutama bila ada seranga musuh terhadap Madinah. Dalam perjanjian itu ditegaskan, bahwa kaum Yahudi bersahabat dengan kaum muslimin, tolong-menolong, bantu-membantu, terutama bila ada seranga musuh terhadap Madinah. Mereka harus memperhatikan negri bersama-sama kaum Muslimin, disamping itu kaum Yahudi merdeka memeluk agamanya dan bebas beribadat menurut kepercayaannya. Memperhatikan Mereka harus bersama-sama negri kaum Muslimin, disamping itu kaum Yahudi merdeka bebas memeluk agamanya dan beribadat menurut kepercayaannya. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Inilah salah satu perjanjian persahabatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.[8]
Pendidikan sosial politik dan kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan dan sosial politik.
Materi pendidikan sosial dan kewarnegaraan Islam pada masa itu adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam konstitusi Madinah, yang dalam prakteknya diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayat-ayat yang turun Selama periode Madinah. Materi pendidikan dan sosial kewarnegaraan Islam pada masa itu adalah pokok-pokok Pikiran yang terkandung dalam Konstitusi Madinah, yang dalam prakteknya diperinci lebih lanjut dan di sempurnakan dengan ayat-ayat yang turun Selama periode Madinah.
Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok pikiran konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas, baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Tujuan pembinaan adalah agar secara berangsur-angsur, pokok-pokok Pikiran Konstitusi Madinah diakui dan berlaku bukan hanya di Madinah saja, tetapi luas, baik dalam kehidupan bangsa Arab maupun dalam kehidupan bangsa-bangsa di seluruh dunia.
Pendidikan anak dalam Islam Pendidikan anak dalam Islam. Dalam Islam, anak merupakan pewaris ajaran Islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan gnerasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-qur'an berkaitan dengan itu. Diantara peringatan-peringatan tersebut antara lain: Dalam Islam, anak Merupakan Pewaris ajaran Islam yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad saw dan gnerasi muda muslimlah yang akan melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru alam. Oleh karenanya banyak peringatan-peringatan dalam Al-Qur'an berkaitan dengan itu. Diantara peringatan-peringatan tersebut antara lain: Pada surat At-Tahrim ayat 6 terdapat peringatan agar kita menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran (api neraka) Pada surat At-Tahrim ayat 6 Terdapat peringatan agar kita menjaga diri dan anggota keluarga (termasuk anak-anak) dari kehancuran (api neraka). Pada surat An-Nisa ayat 9, terdapat agar janagan meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan hidup. Pada surat An-Nisa ayat 9, agar janagan Terdapat Meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya Menghadapi tantangan hidup. Pada surat Al-Furqan ayat 74, Allah SWT memperingatkan bahwa orang yang mendapatkan kemuliaan antara lain adalah orang-orang yang berdo'a dan memohon kepada Allah SWT, agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati. Pada surat Al-Furqan ayat 74, Bahwa Allah SWT memperingatkan orang yang mendapatkan kemuliaan antara lain adalah orang-orang yang berdo'a dan memohon kepada Allah SWT, agar dikaruniai keluarga dan anak keturunan yang menyenangkan hati. [9]
Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam Adapun garis-garis besar materi pendidikan anak dalam Islam yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Allah SWT dalam surat surat Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut: Luqman ayat 13-19 adalah sebagai berikut:
Pendidikan Tauhid Pendidikan Tauhid
Pendidikan Shalat Pendidikan Shalat
Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat Pendidikan adab sopan dan santun dalam bermasyarakat
Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga Pendidikan adab dan sopan santun dalam keluarga
Pendidikan kepribadian Pendidikan kepribadian[10]
Pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan
Pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak. [11]
Perbedaan ciri pokok pembinaan pendidikan Islam periode kota Makkah dan kota Madinah: Perbedaan ciri pokok pendidikan Islam periode pembinaan kota Mekah dan kota Madinah:
Periode Periode kota Makkah: 
Pokok pembinaan pendidikan Islam di Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Makkah adalah tauhid pendidikan, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan Tingkah Laku dalam kehidupan sehari-hari.
Periode Periode kota Madinah: 
Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan pendidikan Sebagai sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut. Yang Merupakan Kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran, Merupakan cermin dan Pantulan sinar tauhid tersebut.
Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW Kurikulum Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah SAW
Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Mengindentifikasikan kurikulum pendidikan pada zaman Rasulullah terasa sulit, sebab Rasul mengajar pada sekolah kehidupan yang luas tanpa di batasi dinding kelas. Rasulullah memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di tempat-tempat lainnya. Rasulullah Memanfaatkan berbagai kesempatan yang mengandung nilai-nilai pendidikan dan rasulullah menyampaikan ajarannya dimana saja seperti di rumah, di masjid, di jalan, dan di tempat-tempat lainnya.
Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu kepada Nabi, sebab selain Nabi tidak ada yang mempunyai otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan Islam.Dapat dibedakan menjadi dua periode: Sistem pendidikan Islam lebih bertumpu kepada Nabi, sebab selain Nabi tidak ada yang mempunyai Otoritas untuk menentukan materi-materi pendidikan Islam.Dapat dibedakan menjadi dua periode:
Makkah 
Materi yang diajarkan hanya berkisar pada ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 Materi yang diajarkan hanya berkisar pada ayat-ayat Makiyyah sejumlah 93 surat surat dan petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits. dan Petunjuk-petunjuknya yang dikenal dengan sebutan sunnah dan hadits.
Materi yang diajarkan menerangkan tentang kajian keagamaan yang menitikberatkan pada keimanan, ibadah dan akhlak. Menerangkan materi yang diajarkan tentang Keagamaan kajian yang menitikberatkan pada keimbangan, ibadah dan akhlak.
Madinah 
Upaya pendidikan yang dilakukan Nabi pertama-tama membangun lembaga masjid, melalui masjid ini Nabi memberikan pendidikan Islam. Upaya pendidikan yang dilakukan pertama-tama Nabi membangun lembaga masjid, melalui masjid ini Nabi Memberikan pendidikan Islam.
Materi pendidikan Islam yang diajarkan berkisar pada bidang keimanan, akhlak, ibadah, kesehatan jasmanai dan pengetahuan kemasyarakatan Pendidikan Islam materi yang diajarkan berkisar pada bidang keimbangan, akhlak, ibadah, kesehatan dan pengetahuan jasmanai Kemasyarakatan.
Metode yang dikembangkan oleh Nabi adalah: Metode yang dikembangkan oleh Nabi adalah:
Dalam bidang keimanan: melalui Tanya jawab dengan penghayatan yang mendalam dan di dukung oleh bukti-bukti yang rational dan ilmiah. Dalam bidang keimbangan: Tanya jawab dengan melalui penghayatan yang mendalam dan di dukung oleh bukti-bukti yang rasional dan ilmiah.
Materi ibadah : disampaikan dengan metode demonstrasi dan peneladanan sehingga mudah didikuti masyarakat. Materi ibadah: disampaikan dengan metode peneladanan Demonstrasi dan mudah didikuti Sehingga masyarakat.
Bidang akhlak: Nabi menitikberatkan pada metode peneladanan. Bidang akhlak: Nabi menitikberatkan pada metode peneladanan. Nabi tampil dalam kehidupan sebagai orang yang memiliki kemuliaan dan keagungan baik dalam ucapan maupun perbuatan. Tampil dalam kehidupan Nabi Sebagai orang yang memiliki kemuliaan dan Keagungan baik dalam ucapan maupun perbuatan. [12] Kebijakan Rasulullah dalam bidang pendidikan Rasulullah kebijakan dalam bidang pendidikan.
Untuk melaksanakan fungsi utamanya sebagai pendidik, Rasulullah telah melakukan serangkaian kebijakan yang amat strategis serta sesuai dengan situasi dan kondisi. Untuk melaksanakan fungsi utamanya Sebagai Pendidik, Rasulullah telah Melakukan serangkaian kebijakan yang amat strategis, serta sesuai dengan kondisi dan situasi.
Proses pendidikan pada zaman Rasulullah berada di Makkah belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Proses pendidikan pada zaman Rasulullah berada di Mekah belum Berjalan Sebagaimana yang diharapkan. Hal yang demikian belum di mungkinkan, kaena pada saat itu Nabi Muhammmad belum berperan sebagai pemimipin atau kepala Negara, bahkan beliau dan para pengikutnya berada dalam baying-bayang ancaman pembunuhan dan kaum kafir quraisy. Hal yang demikian belum di mungkinkan, kaena pada saat itu Nabi Muhammmad belum berperan Sebagai pemimipin atau kepala Negara, bahkan beliau dan para pengikutnya berada dalam baying-bayang dan ancaman pembunuhan kaum kafir quraisy. Selama di Makkah pendidikan berlangsung dari rumah ke rumah secara sembunyi-sembunyi. Selama di Makkah pendidikan berlangsung dari rumah ke rumah secara sembunyi-sembunyi. Diantaranya yang terkenal adalah rumah Al-Arqam.
Diantaranya yang terkenal adalah rumah Al-Arqam. langkah yang bijaka dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahap awal Islam ini adalah melarang para pengikutnya untuk menampakkan keIslamannya dalam berbagai hak.tidak menemui mereka kecuali dengan cra sembunyi-sembunyi dalam mendidik mereka. Bijaka Langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pada tahap awal ini adalah Islam melarang para pengikutnya untuk menampakkan keIslamannya dalam berbagai hak.tidak menemui mereka kecuali dengan sembunyi-sembunyi cra dalam mendidik mereka.
Setelah masyarakat Islam terbentuk di Madinah barulah, barulah pendidikan Islam dapat berjalan dengan leluasa dan terbuka secara umum.dan kebijakan yang telah dilakukan Nabi Muhammmad ketika di Madinah adalah: Setelah masyarakat Islam di Madinah barulah terbentuk, barulah pendidikan Islam dapat Berjalan dengan leluasa dan terbuka secara umum.dan kebijakan yang telah dilakukan Nabi Muhammmad Ketika di Madinah adalah:
Membangun masjid di Madinah. Membangun masjid di Madinah. Masjid inilah yang selanjutnya digunakan sebagai pusat kegiatan pendidikan dan dakwah. Masjid inilah yang selanjutnya Digunakan Sebagai pusat kegiatan pendidikan dan dakwah.
Mempersatukan berbagai potensi yang semula saling berserakan bahkan saling bermusuhan. Mempersatukan berbagai potensi yang semula saling berserakan Bahkan saling bermusuhan. Langkah ini dituangkan dalam dokumen yang lebih popular disebut piagam Madinah. Langkah ini dituangkan dalam dokumen yang lebih populer Disebut Piagam Madinah. Dengan adanya piagam tersebut terwujudlah keadaan masyarakat yang tenang, harmonis dan damai. Dengan adanya Piagam tersebut terwujudlah keadaan masyarakat yang tenang, Harmonis dan damai. [13]Sedangkan pendidikan Islam pada masa Kulafa al-Rasyidin, Tahun-tahun pemerintahan Khulafa al-Rasyidin merupakan perjuangan terus menerus antara hak yang mereka bawa dan dakwahkan kebatilan yang mereka perangi dan musuhi. Tahun-tahun pemerintahan Khulafa al-Rasyidin Merupakan perjuangan terus menerus antara hak yang mereka bawa dan dakwahkan kebatilan yang mereka musuhi dan perangi. Pada zaman khulafa al-Rasyidin seakan-akan kehidupan Rasulullah SAW itu terulang kembali. Pada zaman khulafa al-Rasyidin seakan-akan kehidupan Rasulullah SAW itu terulang kembali. Pendidikan Islam masih tetap memantulkanAl-Qur'an dan Sunnah di ibu kota khilafah di Makkah, di Madinah dan di berbagai negri lain yang ditaklukan oleh orang-orang Islam. Pendidikan Islam masih tetap memantulkanAl-Qur'an dan Sunnah di ibu kota khilafah di Makkah, di Madinah dan di berbagai negri lain yang ditaklukan oleh orang-orang Islam. [14]
Berikut penguraian tentang pendidikan Islam pada masa Khulafa al- Rasyidin: Berikut penguraian tentang pendidikan Islam pada masa Khulafa al-Rasyidin:
Masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq Masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq. Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi, baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya. Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi, baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya. Dari segi materi pendidikan Islam terdiri dari pendidikan tauhid atau keimanan, akhlak, ibadah, kesehatan, dan lain sebagainya. Dari segi materi pendidikan terdiri dari pendidikan Islam atau keimbangan tauhid, akhlak, ibadah, kesehatan, dan lain sebagainya. Menurut Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar membaca menulis ini disebut dengan Kuttab. Kuttab merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid, selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan bahwa Kuttab didirikan oleh orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah Madinah, sedangkan yang bertindak sebagai tenaga pendidik adalah para sahabat rasul terdekat. Menurut Ahmad Syalabi lembaga untuk belajar membaca menulis ini Disebut dengan Kuttab. Kuttab Merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah masjid, selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan Bahwa Kuttab Didirikan oleh orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah Madinah, Sedangkan yang Sebagai tenaga Pendidik bertindak adalah para sahabat rasul terdekat. [15]
Lembaga pendidikan Islam masjid, masjid dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan, dan lembaga pendidikan Islam, sebagai tempat shalat berjama'ah, membaca Al-qur'an dan lain sebagainya. Lembaga pendidikan Islam masjid, masjid dijadikan Sebagai Benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan, dan lembaga pendidikan Islam, Sebagai tempat shalat berjama'ah, membaca Al-qur'an dan lain sebagainya.
Masa Khalifah Umar bin Khattab Masa Khalifah Umar bin Khattab
Berkaitan dengan masalah pendidikan, khalifah Umar bin Khattab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di Berkaitan dengan masalah pendidikan, khalifah Umar bin Khattab Merupakan seorang yang Melakukan Penyuluhan Pendidik pendidikan di kota kota Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukan itu, mereka bertugas mengajarkan isi Al-qur'an dan ajaran Islam lainnya. Adapun metode yang mereka pakai adalah guru duduk di halaman masjid sedangkan murid melingkarinya. Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di masjid-masjid dan pasar-pasar serta Mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukan itu, mereka bertugas mengajarkan isi Al-qur'an dan ajaran Islam lainnya. Adapun metode yang mereka pakai adalah guru duduk di halaman masjid Sedangkan murid melingkarinya.
Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah Umar bin Kattab lebih maju, sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam keadaan stabil dan aman, ini disebabkan disamping telah ditetapkannya masjid sebagai pusat pendidikan juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam di berbagai kota dengan materi yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis, dan pokok ilmu-ilmu lainnya. Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah Umar bin Kattab lebih maju, sebab selama Umar memerintah Negara berada dalam keadaan stabil dan aman, ini disebabkan telah ditetapkannya disamping masjid Sebagai pusat pendidikan juga telah Terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam di berbagai kota dengan materi yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis, dan pokok ilmu-ilmu lainnya. [16]
Pendidikan dikelola di bawah pengaturan gubernur yang berkuasa saat itu,serta diiringi kemajuan di berbagai bidang, seperti jawatan pos, kepolisian, baitulmal dan sebagainya. Pendidikan Dikelola Pengaturan di bawah gubernur yang berkuasa saat itu, serta diiringi Kemajuan di berbagai bidang, seperti Jawatan pos, Kepolisian, baitulmal dan sebagainya. Adapun sumber gaji para pendidik waktu itu diambilkan dari daerah yang ditaklukan dan dari baitulmal. Adapun sumber gaji para Pendidik waktu itu diambilkan dari daerah yang ditaklukan dan dari baitulmal.
Masa Khalifah Usman bin Affan. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan Islam tidak jauh Berbeda dengan masa sebelumnya. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan Islam. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan Islam. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan Madinah di masa khalifah Umar, diberikan kelonggaran untuk keluar di daerah-daerah yang mereka sukai. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan Meninggalkan Madinah di masa khalifah Umar, kélong diberikan untuk keluar di daerah-daerah yang mereka sukai. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah. Kebijakan ini Pengaruhnya sangat besar bagi pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah.
Proses pelaksanaan pola pendidikan pada masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh seluruh peserta didik yang ingin menuntut dan belajar Islam dan dari segi pusat pendidikan juga lebih banyak, sebab pada masa ini para sahabat memilih tempat yang mereka inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Proses pola pelaksanaan pendidikan pada masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh seluruh peserta didik yang ingin Menuntut dan belajar Islam dan dari segi pendidikan pusat juga lebih banyak, sebab pada masa para sahabat ini memilih tempat yang mereka Inginkan untuk Memberikan pendidikan kepada masyarakat. [17]
Tugas mendidik dan mengajar umat pada masa ini diserahkan pada umat itu sendiri, artinya pemerintah tidak mengangkat guru-guru, dengan demikian para pendidik sendiri melaksanakan tugasnya hanya dengan mengharapkan keridhaan Allah. Tugas mendidik dan mengajar umat pada masa ini diserahkan pada umat itu sendiri, artinya pemerintah tidak Mengangkat guru-guru, dengan demikian para Pendidik sendiri hanya melaksanakan tugasnya dengan mengharapkan keridhaan Allah.
Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan, sehingga di masa ia berkuasa pemerintahannya tidak stabil. Pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan Pemberontakan, Sehingga ia berkuasa di masa pemerintahannya tidak stabil. Dengan kericuhan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Kericuhan dengan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Pada saat itu ali tidak sempat lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan perhatiannya itu ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Islam. Pada saat itu ali lagi tidak sempat memikirkan masalah pendidikan keseluruhan sebab itu ditumpahkan perhatiannya pada masalah keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Islam. [18]
Adapun pusat-pusat pendidikan pada masa Khulafa al-Rasyidin antara lain: Adapun pusat-pusat pendidikan pada masa Khulafa al-Rasyidin antara lain:
Makkah 
Madinah
Basrah
Kuffah
Damsyik (Syam) Damsyik (Syam)
Mesir. [19]

2. Pada Masa khulafa al Rasyidin (632-661M./ 12-41H)
Kurikulum Pendidikan Islam Masa khulafa al Rasyidin (632-661M./ 12-41H). Sistem pendidikan Islam pada masa khulafa al-Rasyidin dilakukan secara mandiri,tidak dikelola oleh pemerintah, kecuali pada masa Khalifah Umar bin al;khattab yang turut campur dalam menambahkan materi kurikulum pada lembaga kuttab. Sistem pendidikan Islam pada masa khulafa al-Rasyidin dilakukan secara mandiri, tidak Dikelola oleh pemerintah, kecuali pada masa Khalifah Umar bin al; Khattab yang turut campur dalam materi kurikulum Menambahkan lembaga pada Kuttab.
Materi pendidikan Islam yang diajarkan pada masa khalifah Al-Rasyidin sebelum masa Umar bin Khattab, untuk pendidikan dasar: Materi pendidikan yang diajarkan Islam pada masa khalifah Al-Rasyidin sebelum masa Umar bin Khattab, untuk pendidikan dasar:
1). Membaca dan menulis
Membaca dan menghafal Al-Qur'an Membaca dan Menghafal Al-Qur'an
Pokok-pokok agama Islam, seperti cara wudlu, shalat, shaum dan sebagainya Pokok-pokok agama Islam, seperti cara wudlu, shalat, shaum dan sebagainya.
Ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah, ia menginstruksikan kepada penduduk Ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah, ia menginstruksikan kepada penduduk kota kota agar anak-anak diajari: agar anak-anak diajari:
2). Berenang 
3). Mengendarai unta mengendarai unta
4). Memanah
Membaca dan menghapal syair-syair yang mudah dan peribahasa. Membaca dan menghapal syair-syair yang mudah dan Peribahasa. Sedangkan materi pendidikan pada tingkat menengah dan tinggi terdiri dari: Sedangkan materi pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi terdiri dari:
1). Al-qur'an dan tafsirnya
2). Hadits dan pengumpulannya
3). Fiqh (tasyri') [20]










BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pokok pembinaan pendidikan Islam di Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Makkah adalah tauhid pendidikan, titik beratnya adalah menanamkan nilai-nilai tauhid ke dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan Tingkah Laku dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Pokok pembinaan pendidikan Islam di kota Madinah dapat dikatakan pendidikan Sebagai sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran , merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut. Yang Merupakan Kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai oleh ajaran, Merupakan cermin dan Pantulan sinar tauhid tersebut.
Pendidikan pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan pendidikan pada masa Rasulullah. Pendidikan pada masa khalifah Abu Bakar tidak jauh Berbeda dengan pendidikan pada masa Rasulullah. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, pendidikan sudah lebih meningkat dimana pada masa khalifah Umar, guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukan. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, pendidikan sudah lebih meningkat dimana pada masa khalifah Umar, guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukan. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pendidikan diserahkan pada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah di bolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar.pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib, pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan. Pada masa khalifah Usman bin Affan, pendidikan diserahkan pada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah di bolehkan ke daerah-daerah mengajar.pada untuk masa khalifah Ali bin Abi Thalib, pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan.

B. SARAN
        Penulis yakin 100 % bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karenanya saran yang mendidik dari pembaca sangat diharapkan sesuai kapasitas pengetahuan yang ia miliki.
Mudah mudahan makalah ini dapat diambil manfaat oleh siapapun serta mendapat ridha Allah SWT. Amien.
           













DAFTAR PUSTAKA

Arief, Armai, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga  
          Pendidikan Islam Klasik. Penerbit Angkasa, 2005.

Langgulung, Hasan, Asas-asas Pendidikan Islam , Jakarta: Pustaka Husna, 1988..
Nata, Abuddin, Perspektif Pendidikan Islam Hadits. Ciputat: UIN Jakarta Press, 2005

Nizar, Samsul, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Kencana, 2008

Yunus, Mahmud, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1992

Zuhairini,dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara,cet.9,2008

[1](QS Al-Alaq: 1-5)

[2](QS Al-Mudatsir: 1-7)

[3]Prof. Dr.H. Prof Dr.H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: PT. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1992. Hidakarya Agung, 1992. Hal 6 Hal 6

[4]Dra. Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 28 Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 28

[5]Dra.Zuhairini,dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9,2008 hal 27 Dra.Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008 hal 27

[6]Prof.Dr.H.Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam , [6] Prof.Dr.H.Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta Jakarta :PT.Raja Grafindo, 1992 Persada,2008. : PT.Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008. Hal 26 Hal 26

[7]Dra. Dra. Zuhairini,dkk, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Bumi Aksara, cet.9,2008 hal 37

UIN,  SPI 2, Kelas 3D Jakarta. 2008





























3A. KELEMAHAN-KELEMAHAN YANG ADA PADA ARTIKEL INI
1.    Kelemahan Dalam Segi Penulisan
-      Didalam artikel ini tidak tertera adanya gambar-gambar yang dapat menjadi pendukung mengenai pengkajian sebuah permasalahan yang telah dibahas, sehingga akan sedikit menyulitkan pembaca didalam memahami apa yang sebenarnya menjadi gambaran dari permasalahan yang telah dikaji didalam artikel tersebut.
-      Dalam artikel juga tidak ditemukan dalil yang berbentuk tulisan arab hanya terdapat maknanya saja yang dituliskan kedalam bentuk bahasa Indonesia dari hal itu maka akan juga kurang memantapkan penjelasan-penjelasan dalam pengkajian mengenai masalah-masalah yang termasuk kedalam ruang lingkup keagamaan, padahal didalam agama islam ada dua sumber hukum islam yang dijadikan landasan suatu permasalahan yakni alqur’an dan hadits yang seharusnya disiratkan disertai dengan tulisan arabnya sehingga lebih meyakinkan si pembaca dan juga di dalam artikel ini tidak ada dalil yang bersumber dari alqur’an hanya yang ada dalil yang bersumber dari hadits jika ada seharusnya ditulis di artikel ini.

2.    Kelemahan Mengenai Sistem Ruwatan Didaerah Jawa Setelah Terislamisasi Dan Dipengaruhi Makna Politik
-      Ruwatan di daerah jawa sudah tida asli lagi sehingga ritual dalam dalam ruwatan di daerah jawa yang sebenarnya telah mengalami perubahan secara drastis ini dikarenakan adanya akulturasi kebudayaan ruwatan ini dengan nilai-nilai islam, sehingga memungkinkan akan menghilangkan proses-proses asli ruwatan yang ada di Jawa tersebut dan memungkinkan juga ritual dalam kebudayaan ruwatan asli jawa tersebut menjadi yang tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran yang terkandung dalam islam tetapi ruwatan yang sudah mengalami akulturasi juga akan ikut terkikis karena adanya golongan-golongan islam yang tidak menerima tentang kebudayaan yang ada seperti golongan Muhamadiyah khususnya sebagian masyarakat islam yang ada di Jawa yang mengikuti ajaran tersebut.
-      Adanya pemanfaatan secara politis yaitu didalam kebudayaan ruwatan yang sudah ada yaitu didalam kebudayaan ruwatan yang sudah ada yang merupakan hasil peninggalan nenek moyang kita kini telah terisolasi oleh partai-partaipolitik sehingga akan mengurangi nilai-nilai kebudayaan dari pada ruwatan itu sendiri karena pada zaman ini ketika tiba masa pemilihan umum, maka kebanaykan dari para pelopor-pelopor dari dari parpol (partai politik) yang mengadakan ruwatan atau menyumbang untuk prosesi ruwatan tersebut untuk menarik perhatian masyarakat agar memilih partai yang telah dikehendaki oleh para anggota parpol tersebut. Dan hal yang seperti ini juga tidak hanya terjadi pada kebudayaan ruwatan tetapi pada kebudayaan-kebudayaan lain seperti Rokat Tasek dan sebagainya. Tidak hanya itu pula didalam forum islami pun juga telah terisolasi oleh makna politis seperti yang ada pada acara pengajian dan lain-lain. Misalnya para anggota parpol mengadakan pengajian dengan mengundang salah seorang penceramah terkenal, pada acara inipun nialai-niali yang terdapat didalamnya sudah terkikis oleh makna politis meskipun tidak semuanya namun dalam periode tertentu. Misalnya pada masa pergantian pamerintahan maka ruwatan inilah yang sering dijadikan ajang pengambilan perhatian masyarakat dalam ikut berpolitik.

3B. KELEBIHAN-KELEBIHAN YANG ADA PADA ARTIKEL INI
1.    Kelebihan Dalam Segi Penulisan
-      Didalam artikel ini penjabaran didalam menjelaskan tentang pengkajian, tentang permasalahan yang dibahas didalam buku telah tersususn secara terperinci mulai dari segi pengertian sampai pada komponen-komponen dan serta pada hubungan-hubungan dari permasalahan yang telah dikaji terdapat pembagian-pembagian berdasarkan urutannya secara tertib, maka dengan begitu tidak akan membingungkan bagi pembaca didalam artikel sehingga akan mempermudah didalam pemahaman tentang masalah apa yang sebenarnya telah dikaji dalam artikel ini.
-      Didalam artikel ini juga di lengkapi footnote sehingga memudahkan si pembaca untuk mengetahui dari mana kutipan tersebut dan juga di dalam footnote ada penjelasan mengenai kata atau kalimat yang masih membutuhkan penjelasan seperti istilah-istilah dalam bahasa jawa misalnya tingkeban, bokohan, dan lain-lain.


2.    Kelebihan Kebudayaan Ruwatan Di Jawa Setelah Terislamisasi
-      Sejak masuknya nilai-nilai islam pada proses ritual ruwatan di Jawa sejak itu pula proses acara pada acara ruwatan ini telah berubah menjadi acara yang lebih bermanfaat dalam segala hal seperti sedekah, dan lain-lain. Jadi dengan begitu upacara ritual ruwatan yang sebelumnya di isi dengan acara yang bisa dibilang tidak bermanfaat yang bisa di bilang hanya berupa pesta kini telah diubah proses acara ruwatan ini ke arah yang lebih bermanfaat seperti bersedekah, mengaji, shalawat, doa-doa, dan lain sebagainya.



[1]     (Q.S. Al-Alaq: 1-5)
[2]     (Q.S. Al-Mudatsir: 1-7)
[3]     Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Hidakarya Agung, 1992. Hal 6
[4]     Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 28
[5]     Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 27
[6]     Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 26
[7]     Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 37
[8]     Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 16
[9]     Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 55
[10]    Dra. Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, cet.9, 2008. Hal 58
[11]    Prof. Dr. H. Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 1992 Persada, 2008 Hal. 18
[12]    Dr.Armai Arief, MA, Sejarah Dr.Armai Arief, MA, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam Klasik. Bandung: Penerbit Angkasa,2005. Hal 135-136
[13]    Prof.Dr.H.Abuddin Nata, MA, Pendidikan Islam Perspektif Hadits. Ciputat: UIN Jakarta Press 2005 hal 24
[14]    Prof Dr. Hasan Langgulung, Asas-asas Pendidikan Islam , Jakarta: Pustaka Husna, 1988. Hal 121
[15]    Prof Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Kencana, 2008 hal 45
[16] Prof Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag, Sejarah Pendidikan Islam , Jakarta: Kencana, 2008 hal 45