LAPORAN BAB I
TEORI SASTRA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Materi Kuliah Teori Sastra
Dosen Pengampu: NIK SAHLIYAH, M.Pd.
![]() |
Oleh:
NAMA KELOMPOK I
MOHAMMAD FATHOR ROSI AMIEN (11.88201.2056)
DEWI KHOTIJAH (11.88201.2041)
NUR AFNI OKTAVIA (11.88201.2054)
DEWI FAJARIYAH (11.88201.2086)
KHOLIDAH (11.88201.2087)
JURUSAN: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS: FKIP
PAMEKASAN
2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah atas kehadirat ALLAH SWT. Sholawat serta salam
dapat kita limpahkan kepada junjungan nabi besar MUHAMMAD SAW dimana kita dapat
menyelesaikan laporan ini dengan baik dan benar. Terima kasih kami ucapkan pada
dosen pembimbing, teman-teman dan semua anggota kelompok yang membantu
lancarnya laporan tersebut.
Pembicaraan tentang teori selalu menarik perhatian, bagi orang-orang
tertentu, kata teori belum apa-apa sudah menyurutkan selera baca. Teori
khususnya di dalam kultur kita memang dikenal memilki citra tak simpatik, kalau
tidak bisa dikatakan buruk. Betapa tidak, teori sering dikontraskan dengan
praktek pengkontrasan antara kedua hal ini sudah dikenal luas dikalangan
masyarakat bahkan menjadi trademark beberapa iklan produk tertentu. Teori
sering disalah maknakan sebagai sesuatu yang mengawang-ngawang sedangkan praktek
berpijak di dunia nyata yang jasanya dipujikan.
LAPORAN BAB
TEORI SASTRA
Teori
sering diidentikkan dengan kerumitan dan dikaitkan dengan para ilmuan atau
pakar keilmuan tertentu. Pembicaraan tentang teori selalu menarik perhatian
bagi orang-orang tertentu. Teori khususnya di dalam kultur kita memang dikenal
memiliki citra tak simpatik, kalau tidak bisa dikatakan buruk. Betapa tidak:
teori sering dikontraskan dengan praktek. Teori sering disalahmaknakan sebagai
sesuatu yang mengawang-ngawang, sedangkan praktek berpijak di dunia nyata yang
jasanya dipujikan.
Teori
sering identik dengan kerumitan dan dikaitkan dengan para ilmuan atau pakar
keilmuan tertentu. Teori sastra sering diasasiasikan dengan para pakar atau
pemikir besar seperti “Judith Jacques Derrida” dan lain-lain, salah satu sebab
mengapa seseorang membenci teori adalah kenyataan bahwa ketika kita harus
mengakui keberadaan suatu teori pada saat yang sama kita harus memiliki pandangan
atau komitmen terbuka. Ketika kita menyadari pentingnya sebuah teori yang harus
diketahui untuk menguasai atau mengkaji suatu bidang kita harus merasa legowo
terhadap perkembangan berbagai hal baru yang sangat mungkin kita tidak atau
belum mengetahui. Haruskah kita berpandangan begitu sirik terhadap teori? Dan
memandang negatif serta mempunyai pikiran hal-hal yang tidak baik terhadap
teori tersebut. Bukankah dengan adanya teori dapat menggerakkan kita mencari
cara-cara alternatif untuk memperbaiki keadaan dan metode kerja. Bukankah
kenyamanan hidup yang kita rasakan sekarang ini dikarenakan temuan dan inovasi
yang dikembangkan dari teori yang ditemukan para ilmuan terdahulu. Bab ini akan
menyajikan secara ringkas problematika pemaknaan teori berbagai bentuk
manifestasi teori dan berbagai manfaat teori.
A. Problematika Pemaknaan Teori
Teori sering dipandang sebagai
sesuatu yang merepotkan sekaligus memberdayakan. Teori sering dianggap sesuatu
yang kemewahan oleh kebanyakan masyarakat umum, tetapi juga berfungsi sebagai
kebutuhan pokok terutama oleh para pelajar, mahasiswa, dan kalangan akademis.
Pemaknaan sebuah teori memang tidak mudah dan sering kali menimbulkan salah
pengertian teori sering dimaknakan beragam tergantung dari sudut mana orang memahami
dan memaknainya kerumitan dalam membicarakan teori disebabkan oleh sedikitnya
empat alasan seperti yang diungkapkan oleh Culler (1997).
Pertama,
sifat teori yang multi-disipliner dan selalu mempertanyakan diri sendiri
membuatnya terus berkembang dan nyaris tanpa batas.
Kedua,
teori tidak berupaya memberikan jawaban atas suatu masalah melainkan menawarkan
rangsangan baru bagi pemikiran lebih jauh tentang masalah yang dipiliknya itu.
Ketiga,
teori berfungsi untuk membuka atau melepaskan melalui telaah ulang dan
perenungan kembali berbagai premis dan postulat apa yang telah kita ketahui.
Penguasaan teori ini membekali kita dengan kemampuan untuk mengajukan
pertanyaan dari sudut pandang yang berbeda ketika kita membaca sebuah teks.
Keempat,
mengapa pemaknaan teori sering terkesan rumit ialah karena teori tidak bersifat
metanarasi yang memiliki sisi keuntungan transendental yang bisa digunakan
untuk mengkritisi kegiatan lain.
B. Manifastasi Teori
Teori sebagai spekulasi yang dapat
merangsang lahirnya pertanyaan-pertanyaan refleksi tentang bagaimana sesuatu
bekerja dan bagaimana sesuatutersebut dapat bekerja dengan cara lain (Nealon
dan Giraux, 2003). Teori sebagai perangkat alat dan konsep untuk bereksperimen
(Nealon dan Giraux, 2003).
Sebuah eksperimen biasanya dilakukan
berdasarkan pertanyaan dan kebutuhan untuk melakukan suatu perbaikan karena
berpijak pada teori yang dihasilkan dari eksperimen sebelumnya, eksperimen yang
baru akan memiliki landasan yang tidak akan mengulangi atau melakukan eksperimen
yang sama. Hasil dari eksperimen yang baru ini bahkan sayogyanya lebih tanpa
teori, eksperimen yang dilakukan seseorang hanya akan menghasilkan sesuatu yang
tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah karena mungkin hanya akan
mengandalkan intuasi belakang, dalam bidang sastra. Misalnya, kritik puisi atau
novel yang hanya berdasarkan pada intuisi tidak akan mengahsilkan pemaknaan
yang konsisten dan kompetensif. Teori sebagai lensa pandang yang memungkinkan
kita memperoleh perspektif yang berbeda terhadap suatu hal (Nealon dan Giraux,
2003).
Dalam dunia sastra, penemuan teori
resepsi atau respon pembaca. Berdasarkan teori resepsi atau respon pembaca,
pembaca dan teks terlibat dan sebuah transaksi dalam menentukan pemaknaan
sebuah teks, spekulasi, eksperimentasi, dan lensa pandang baru ini. Dalam
catatan perjalanan perkembangan sastra dan seni, telah melakukan
pergeseran-pergeseran yang memperkaya khasanah pengalaman ekstetik, artitak
budaya, dan medium ungkap kebudayaan.
Konvensi bentuk teks yang dianggap
karya sastra mengalami perubahan dari waktu kewaktu, jika dahulu puisi lebih
dikenal memiliki aturan jumlah kata, rima, dan ritma yang terbatas. Maka
batasan itu kini tidak lagi dianggap vital bagi status ke puisian suatu karya
sastra yang padat simbol dan imajinasi dengan kata lain, inovasi dalam berbagai
manijestasinya (dapat berupa bentuk baru, cara pandang baru, cara kerja baru, dan
gaya pengungkapan atau bahkan pemaknaan baru) ini bersama-sama dengan upaya
pengukuhan konvensi yang ada merupakan ruh yang memberikan kepada bidang sastra
dan seni dinamakan kehidupan yang utuh.
C. Fungsi Teori
Kegunaan teori sudah terbukti dalam
kemajuan berbagai bidang ilmu pengetahuan yang memungkinkan kita hidup lebih
nyaman dan menyenangkan dari sebelumnya. Dari sekian banyak manfaat yang bisa
diperoleh dari penggunaan teori, sedikitnya ada empat alasan mengapa teori
diperlukan dalam kehidupan kita seperti dijelaskan berikut ini (lihat,
misalnya. Hannon. 2000).
1.
teori dapat membantu memuaskan rasa keingin tahuan kita
tentang segala sesuatu. Di dalam bidang sastra. Misalnya, teori dapat memandu
kita memahami proses bagaimana keadaan psikologis dan derita pertama menulis
mempengaruhi dunia keduanya atau karya sastra yang dihasilkannya seperti yang
diungkapkan oleh teori psikoanalisis. Berbagai macam cara teori kritik sastra
juga memungkinkan kita menganalisis berbagai respon atau prilaku pembaca dan
memaknai menikmati, dan merespon sebuah karya sastra seperti yang diyakini oleh
para pendukung teori resepsi atau respon pembaca.
2.
teori dapat membantu kita untuk memperbaiki praktek
pengerjaan tugas keseharian kita ketika membaca sebuah karya sastra novel.
Misalnya, kita sering terkesan dengan keindahan bahasa atau plot karya sastra
itu karena memiliki kesamaan dalam kehidupan yang kita jalani, dengan teori
resepsi, kita lebih mengintesifkan dengan kesan dan respon pembaca dalam bentuk
yang lebih koomprehensif.
3.
teori memungkinkan kita tumbuh secara profesional dalam
aktivitas keserharian kita, kita sering berperilaku amatiran dengan
mengedepankan intuisi bila dibanding dengan
apa yang kita ketahui dari teori. Hal ini terjadi antara lain, karena
keengganan untuk menggunakan teori dalam praktek nyata atau karena itu memang
tidak memiliki teori yang bisa digunakan. Teori biasanya dikembangkan lebih
lanjut sampai rumusan langkah-langkah prosedur pelaksanaan suatu pekerjaan
prosedur tersebut sangat membantu kita dalam mengidentifikasi langkah-langkah
yang kita harus dilakukan dalam mengerjakan suatu dengan lebih terarah. Dengan
berpatokan para prosedur yang jelas dan telah dirancang dengan baik, hasil kerja
yang dicapai akan lebih optimal, berdasarkan teori sastra. Misalnya, makna bisa
terdapat dalam diri pengarang, teks yang dibuatnya, konteks pembuatan karya
sastra dan pikiran pembaca pemaknaan sebuah karya sastra akan koomprehensif
jika melibatkan keempat ini. Dengan menggunakan teori ini, proses pemaknaan
teks apapun akan membuahkan hasil yang konsisten sehingga kesohihan argumennya
bisa ditelusuri dengan urut dan jelas dengan demikian kita akan lebih mampu
mengembangkan keilmuan kita secara lebih professional.
4.
teori memungkinkan kita dapat menjelaskan apa yang kita
kerjakan kepada anak-anak, pembelajar, orang tua, dan masyarakat luar. Dengan
berlandaskan teori, pembelajar apapun tentang usia mereka akan dapat dengan
lebih mudah memahami apa yang kita maksud berdasarkan tahapan sistematis
pelaksanaanya, dengan menggunakan teori psiko analisis. Misalnya: seorang dosen
bisa menjelaskan berbagai jenis dorongan hati yang lazimnya dianggap memutivasi
prilaku manusia ide, ego, dan super ego yang termanifestasikan dalam sebuah
karya sastra kepada para mahasiswa atau anak didiknya, dengan teori ini pula
para mahasiswa bisa mempraktekkan hal yang sama secara mandiri.
Dengan demikian teori merupakan
sarana efektif untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sekaligus juga
merupakan sumbangan berkarya untuk generasi yang akan datang dalam melestarikan
budaya ilmiah.
v
Permasalahan
- teori sering diidentikan dengan kerumitan dan dikaitkan dengan para ilmuan atau pakar keilmuan tertentu.
- Ketidak sukaan bagian orang terhadap teori terkait banyak alasan, salah satu sebab mengapa seseorang membenci teori adalah kenyataan bahwa ketika kita mengakui keberadaan suatu teori, pada saat yang sama kita harus memiliki pandangan atau komitmen terbuka.
Pemaknaan sebuah teori memang tidak mudah
dan sering kali menimbulkan salah pengertian. Teori sering dimaknakan beragam
tergantung dari sudut mana orang memahami dan memaknainya kerumitan dalam
membicarakan teori sedikitnya empat alasan seperti yang diungkapkan oleh Culler
(1997). Pertama, sifat teori yang
multidisipliner dan selalu mempertanyakan diri sendiri membuatnya terus berkembang
dan nyaris tanpa batas. Kedua, teori
tidak berupaya memberikan jawaban atas suatu masalah melainkan menawarkan
rangsangan baru bagi pemikir lebih jauh tentang masalah yang ditelitinya itu. Ketiga, teori berfungsi untuk membuka
atau melepaskan melalui telaah ulang dan perenungan kembali sebagai premis dan postulat
apa yang telah kita ketahui. Keempat,
pemaknaan teori sering terkesan rumit dikarenakan teori tidak bersifat
metanarasi yang memiliki sisi keuntungan tiansendental yang bisa digunakan
untuk mengkritisi kegiatan lain.
Tampa
teori eksperimen yang dilakukan seseorang hanya
akan menghasilkan sesuatu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara
ilmiah karena mungkin hanya akan mengandalkan intuisi belaka.
Ø
Penjelasan
Teori sering diidentikkan dengan kerumitan dan diikatkan
dengan ilmiah dan pakar ilmuan tertentu pemaknaan sebuah teori memang tidak
mudah dan sering kali menimbulkan salah pengertian.
Ø
Penyelesaian
Dengan adanya teori dapat membantu kita memuaskan rasa
mengetahui tentang segala sesuatu. Teori dapat membantu kita memperbaiki
praktek pengerjaan tugas seharian kita. Teori memungkinkan kita dapat
menjelaskan apa yang kita kerjakan kepada anak-anak, pembelajar, orang tua, dam
masyarakat luar. Dengan demikian teori merupakan sarana efektif untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan sekaligus juga merupakan sumbangan berharga
untuk generasi yang akan datang dalam melestarikan budaya ilmiah.
Ø
Konsep
Teori sering didefinisikan dengan perumitan dan dikaitkan
dengan para ilmuan atau pakar keilmuan tertentu, pemaknaan sebuah teori memang
tidak mudah dan sering kali menimbulkan salah pengertian, dalam dunia sastra,
berdasarkan teori resepsi atau respon pembaca dan teks keluar terlibat dalam
sebuah proses transaksi dalam menentukan pemaknaan sebuah teks.
Ø
Teori Yang
Dibahas Oleh Pengarang
Teori sering diidentikkan dengan perumitan dan dikaitkan
dengan para ilmuan atau pakar ilmuan tertentu dan ketidak sukaan sebagian orang
terhadap teori terkait dengan banyak alasan salah satu sebab mengapa seseorang
membenci teori adalah pernyataan bahwa ketika kita mengakui keberadaan suatu
teori pada saat yang sama kita harus memiliki pandangan atau komitmen terbuka.
Ø
Kesimpulan
Dengan ketidak sukaan sebagian orang terhadap teori, dan
teori sering diidentikkan dengan kerumitan dan dikaitkan para ilmuan atau pakar
ilmuan tertentu.
v
Manfaat
Teori
Dapat membantu memuaskan rasa keingin tahuan kita tentang
segala sesuatu dalam dunia sastra tanpa teori ekperimen yang dilakukan
seseorang hanya akan menghasilkan sesuatu yang tidak bisa dipertanggung
jawabkan karena mungkin hanya akan mengandalkan intuisi pendapat.
v
Pendapat
Teori sering diidentikkan dengan kerumitan dan dikaitkan
dengan para ilmuan atau pakar ilmuan tertentu dan banyak pandangan tentang
teori yang memandang dari segi negatifnya, akan tetapi dengan adanya teori kita
dapat memudahkan kinerja kita atau eksperimen kita jauh lebih memuaskan. Dan
adanya teori kita dapat memunculkan ide-ide dengan pemikiran yang praktis.
Teori tanpa eksperimen tidak akan menghasilkan sesuatu yang
praktis, karena adanya keterkaitan satu sama lain antara teori dan eksperimen.
Tanpa teori, eksperimen yang dilakukan seseorang hanya akan menghasilakn
sesuatu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, mungkin hanya
akan mengandalkan intuisi belaka.

0 komentar:
Posting Komentar