DALAM MENGHADAPI ERA
GLOBALISASI

Oleh :
FATHORROSI
MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM BATA BATA
PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
2011
SOLUSI PROBLEMA REMAJA
DALAM MENGHADAPI ERA
GLOBALISASI
PAPER
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Madrasah 

Oleh :
FATHORROSI
No. Induk :
06341
MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM BATA BATA
PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
2011
HALAMAN PERSETUJUAN
Paper oleh Fathorrosi
Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji
Pada Tanggal...........................................
Pembimbing,
USTADZ TOLA’AL BADRU, S. Pd. I
HALAMAN PENGESAHAN
Paper oleh Fathorrosi
Telah dipertahankan di depan Tiem Penguji
Pada Tanggal..............................................
Tiem Penguji Tanda
Tangan
1...............................................................
........................................
2................................................................
........................................
Mengetahui,
Kepala MA Mambaul Ulum Bata Bata
H. AHMAD MASYKUR, Lc.
MOTTO:
“ Peliharalah Dirimu dan Keluargamu
Dari Api Neraka Karena Perbuatan
Dosa “
(QS.
Al-Baqarah).
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah
dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini
dengan judul "SOLUSI PROBLEMA REMAJA DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
".
Shalawat serta
salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw.
yang telah menjadi uswatun hasanah, sehingga kita dapat menjadikannya sebagai
suritauladan dalam menempuh kehidupan ini.
Masa remaja
adalah masa yang labil karena masa ini merupakan masa transisi dari “masa anak”
ke “masa dewasa”. Pada masa yang labil ini, adalah wajar jika kemudian muncul
berbagai macam problema biologis dan psikologis. Selain itu, pada masa ini remaja juga menghadapi
berbagai macam problema sosiologis dalam upaya mencari identitas dirinya. Pencarian identitas diri menjadi lebih rumit,
karena idealisme kehidupan tidak lagi hanya dipengaruhi oleh idelogi agama,
negara, dan budaya, akan tetapi juga dipengaruhi oleh ideologi global. Melalui makalah yang singkat dan padat ini
kami mencoba memberikan solusi atas berbagai problema remaja tersebut.
Tak ada gading
tak retak, tetapi di retak gading itulah terletak kesempurnaan gading. Begitu
pula, tidak ada karya manusia yang
sempurna, tapi di ketidaksempurnaan itulah terletak semangat kesempurnaan. Oleh
karena itu, jika dalam penulisan paper dijumpai banyak ketidaksempurnaan,
dengan rendah hati penulis mohon saran dan kritikan yang mendekatkan pada
kesempurnaan.
Penulis
berharap semoga paper ini memberikan manfaat bagi penulis, pembaca, dan
berbagai pihak yang membutuhkannya. Amien.
Penulis
FATHORROSI
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN…………………………………………………………. i
HALAMAN JUDUL
………………………………………………………….ii
HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………iii
HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………iv
HALAMAN MOTTO………………………………………………………….v
KATA PENGANTAR ……………………………………………………… vi
DAFTAR ISI
……………………………………………………………….. vii
BAB I : PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG …… ……………………………... 1
B.
RUMUSAN MASALAH …...……………………………. 2
C.
TUJUAN
PEMBAHASAN……………………………… 2
D.
PENEGASAN JUDUL ……………………...................... 2
BAB II : MASALAH
REMAJA
A.
PENGERTIAN REMAJA ……………………………... 4
B.
JENIS-JENIS
PENYIMPANGAN SEKSUAL –
REMAJA ………………………………………….……. 4
C.
PERILAKU REMAJA …………………………………… 5
D.
PROBLEMA REMAJA DAN
CARA -
MENANGGULANGINYA ……………………....……...
6
E.
PERSIAPAN MENGUBAH
PERILAKU –
REMAJA ………………………………..……………….. 8
BAB III : P
E N U T U P
A.
KESIMPULAN ……………………………………… 10
B.
SARAN ……………………………………………… 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Sebagai
agama “rahmatan lil’alamin”, Islam menginginkan generasi penerusnya
yakni para remaja, terdidik dengan baik. Pendidikan yang baik buat remaja
adalah pendidikan yang sesuai dengan tatacara yang baik atau sesuai dengan
syari’at Islam. Remaja sebagai generasi
penerus perjuangan bangsa, jika mereka rusak maka akan menjadi rusaklah masa
depan negara dan agama kita.
Globalisasi
dapat menimbulkan dampak negatif pada perilaku remaja. Untuk mencegah timbulnya
dampak negatif tersebut amat diperlukan perhatian dan tindakan cegahtangkal
yang serius dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, masyarakat, dan
aparat pemerintah.
Di sisi
lain, dalam upaya mencari jati diri, terkadang para remaja tanpa disadari telah
melakukan kekeliruan dalam proses identifikasi diri. Top figure yang diidolakan mereka adalah
manusia-manusia yang tidak tahu bagaimana hidup yang benar menurut Tuhannya. Akibatnya
mereka menjadi manusia-manusia yang ingkar kepada Tuhannya,
naudzubillahimindzalika.
Dari
informasi yang kita terima dari media, baik media cetak maupun media
elektronik, tingkat krimininalitas remaja sungguh sangat menghawatirkan dan
meresahkan. Jika di masa remaja telah
berani melakukan perampokan, pergaulan bebas, bahkan pembunuhan, apa yang dapat
diharapkan dari mereka di masa depan ?
Sebagai
anggota masyarakat yang merasa ikut bertanggungjawab kepada masa depan bangsa,
kita harus melakukan sesuatu. Mulailah dari yang mungkin dan bisa kita lakukan;
misalnya dengan mendidik anak, adik, kemenakan, cucu, atau apapun status remaja
tersebut dengan kita, dengan menanamkan kesadaran akan akibat buruk dari
berbagai hal di atas.
Siapapun
kita, haruslah tetap waspada terhadap masalah ini. Semua komponen masyarakat harus saling bantu
membantu; dari anak itu sendiri, orang tua, lingkungan dan pemerintah (termasuk
aparat penegak hukum di dalamnya) dan Lembaga Swadaya Kemasyarakatan. Semua harus segera mulai bersikap dan
bertindak sesuai kapasitas masing-masing, jika kita tidak ingin generasi
mendatang hancur.
Untuk
membantu memecahkan persoalan-persoalan remaja ini, kita harus mengetahui
banyak hal yang berhubungan erat dengan perilaku remaja. Hal-hal yang berhubungan erat dengan perilaku
remaja di antaranya; perkembangan
biologis dan psikologis remaja, pengetahuan keagamaan remaja, lingkungan
keluarga dan lingkungan sosial remaja,
serta hobbi dan kebiasaan remaja.
Berangkat dari keinginan memberikan solusi pada problema-problema remaja
inilah, penulis memberanikan menulis makalah ini.
Dari
pemaparan di atas, maka penulis dapat memilih satu judul makalah ini yakni "Solusi Problema Remaja Dalam Menghadapi Era
Globalisasi ".
B. RUMUSAN
MASALAH
Setelah membaca latar belakang
masalah di atas, maka penulis dapat membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah cara
memecahkan problema remaja era globalisasi?
2. Apa saja problema yang dihadapi remaja di era
globalisasi?
3. Apa saja penyebab tumbuhnya problema yang dihadapi
remaja di era
globalisasi?
C. TUJUAN
PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui macam-macam problema remaja
di era globalisasi
2. Untuk mengetahui macam-macam solusi yang
dapat digunakan dalam memecahkan problema remaja di era globalisasi
3. Ingin mengetahui cara mensosialisasikan
“solusi prolema remaja dalam menghadapi era globalisasi”
D. PENEGASAN
JUDUL
Judul paper
ini adalah "Solusi Problema Remaja Dalam Menghadapi Era
Globalisasi". Mengingat pentingnya
memahami batasan makna dari suatu judul, maka penulis akan menjelaskan arti
dari kata-kata pada judul paper ini.
* Solusi : Cara
menyelesaikan suatu masalah[1]
* Problema : Suatu
masalah[2]
* Remaja : Usia
beranjak dewasa[3]
* Globalisasi : Suatu
zaman yang mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi
komunikasi, transformasi, informasi yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang
jauh (menjadi hal-hal) yang bisa dijangkau dengan mudah[4]
Jadi secara
keseluruhan makna dari judul paper adalah menyelesaikan masalah remaja yang
diakibatkan oleh beberapa perkembangan dunia, baik perkembangan teknologi
komunikasi, transformasi, informasi, dan lain sebagainya.
BAB
II
MASALAH
REMAJA
A. PENGERTIAN
REMAJA
Remaja
merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia. Tahap ini merupakan tahap yang kritis. Karena merupakan tahap transisi dari masa
kanak-kanak ke masa dewasa.[5] Secara fisik remaja bisa diberi ciri-ciri
sebagai berikut; Anak yang berusia
antara 12-19 tahun, sedang berada dalam pertumbuhan yang sangat pesat sekali. Suara yang tadinya nyaring kekanak-kanakan
berubah menjadi agak parau sehingga disangka flu. Seringkali anak menjadi malu akibat perubahan
suara ini. Akan tetapi lambat laun
secara alami menjadi terbiasa.[6]
B. JENIS-JENIS
PENYIMPANGAN SEKSUAL REMAJA
Jenis
penyimpangan seksual sebenarnya bermacam-macam, namun dari pengamatan secara
umum di media massa,
yang paling banyak dialami pada masa remaja adalah :
1. Masturbasi : Kegiatan
seksual yang dilakukan dengan tangan atau dengan barang-barang pengganti alat
kelamin atau alat seksual lainnya. Baik
laki-laki maupun wanita umumnya banyak yang melakukan masturbasi untuk
menyalurkan kebutuhan seksualnya.
2. Fetishisme : Suatu
kelainan seksual yang biasanya dialami
oleh remaja putra. Yaitu perasaan puas
dan senang dengan benda-benda pengganti dari seorang wanita. Misalnya, sapu tangan, celana dalam, baju,
BH, dan lain sebagainya.
3. Exhibisionisme : Suatu
penyimpangan seksual yang umumnya dilakukan oleh wanita. Pelakunya merasakan kesenangan dan kepuasan
dengan memperlihatkan anggota kelaminnya kepada lawan jenisnya.
4. Veyeurisme : Kepuasan
seksual yang dirasakan dengan kesenangan mengintip. Misalnya mengintip orang yang sedang mandi,
wanita yang sedang ganti baju, dan lain sebagainya.
5. Free sex : Pergaulan
bebas, yaitu berhubungan dengan banyak pasangan. Saling tukar-menukar pasangan, berpesta seks
dan lain-lain. Hal ini banyak terjadi di
dunia Barat, namun di Indonesiapun kini di kalangan remaja sudah mulai
terjangkiti.
Penyimpangan-penyimpangan
seksual di atas sering kali dilakukan oleh para remaja. Solusinya terletak pada orang-orang di
lingkungan terdekat dan pada diri remaja sendiri. Maukah remaja itu memperbaiki dirinya dan
apakah orang-orang di lingkungannya mau membantu memberi situasi yang kondusif
?
C. PERILAKU REMAJA
Dari nubuah
Rasulullah saw. mengenai akhir zaman, serta mengenai hubungan antara orang muda
dengan yang lebih tua serta sebaliknya.
Rasulullah saw. mengabarkan hal ini di dalam hadits beliau:
“Apabila zaman telah
dekat (yaitu akhir jaman/saat ini) seorang laki-laki mendidik anjing lebih baik
daripada mendidik anaknya. Tidak ada
rasa hormat pada yang lebih tua dan tidak ada rasa kasih sayang pada yang lebih
muda” (H.R. Al-Hakim dan Thabrani)
Hadits ini
menjelaskan tentang perilaku orang tua yang tidak mempedulikan rasa kasih
sayang kepada putera-puterinya berdasarkan kasih sayang yang islami, dan
bagaimana menghormati orang yang lebih tua.
Menghormati dengan arti kata penghormatan atau menghormati segala
tuntunan yang baik dari yang lebih tua.
Kebanyakan remaja apabila dinasehati akan berkata : “Jangan sok alim, kelakuanmu juga belum tentu
benar”. Inilah bukti dari kebenaran isi
hadits di atas.
Sedangkan di
sisi lain, perilaku anarkhis dan perilaku kriminalitas remaja seperti
perkelahian massal baik antar kelompok
maupun antar sekolah menengah, perusakan bis kota, perampokan bis malam,
penodongan, penyalahgunaan obat psikotropika, perkosaan, pembunuhan, pelacuran,
gigolo, dan banyak lagi tindakan remaja yang sangat perlu mendapat perhatian
dan penanganan serius.
Entah berapa
ribu remaja yang pernah maupun yang sedang diterapi (pengobatan kejiwaan) di
RSKO Jakarta atau di tempat psikiatri lainnya seperti di pesantren Mbah Anom
Surabaya .
D. PROBLEMA REMAJA DAN CARA MENANGGULANGINYA
Pengaruh
perkembangan teknologi, informasi, dan globalisasi mempunyai andil besar dalam
membentuk perilaku seorang anak.
Misalnya, gaya hidup para artis yang disuguhkan telivisi setiap hari
melalui acara film, baik berupa sinetron lokal maupun telenovela asing, secara
tidak disadari ditiru dan ikut membentuk pola pikir dan gaya hidup remaja
kita. Jika orang tua tidak cermat dalam
membimbing dan mendidik putera-puterinya, maka akan menimbulkan banyak masalah
dikemudian hari.
Peristiwa
yang telah terjadi dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita, banyak yang
menyebabkan orang tua pusing memikirkan tingkah laku anaknya di usia
remaja. Tidak jarang terjadi, akibat
kesalahan orang tua dalam menangani masalah putera-puterinya di usia remaja,
menyebabkan hubungan orang tua tidak harmonis lagi dengan anaknya.
Penyalahgunaan
sarana teknologi dan informasi yang semakin canggih, dapat juga menjadi
penyebab timbulnya masalah baru dalam
kehidupan remaja. Misalnya, penggunaan
internet dan kamera digital hand phone untuk pornografi.
Faktor
yang berperan dalam penyimpangan seksual menurut Drs. Hasan Basri, (Remaja
Berkualitas: 2000) adalah faktor endogen atau diri sendiri dan faktor eksogen
atau lingkungan. Lebih lanjut, Hasan
Basri mengemukakan bahwa kenakalan remaja dalam seksual disebabkan oleh keadaan
sebagai berikut:
1. Kualitas diri
pribadi remaja itu sendiri, seperti perkembangan emosional yang kurang bahkan
tidak sehat, mengalami hambatan dalam perkembangan hati nurani yang bersih dan
agamis, ketidakmampuan mempergunakan waktu luang secara sehat dan ekonomis,
kelemahan diri dalam mengatasi kegagalan dengan memilih kegiatan alternatif
yang keliru dan pengembangan kebiasaan diri yang kurang atau bahkan tidak sehat
dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kualitas
lingkungan keluarga dan masyarakat, seperti :
rumah dan keluarga dengan situasi yang gersang dari kasih sayang dan
pengertian, ekonomi yang tidak mendukung kemauan dan kesempatan belajar dan
tidak melakukan rekreasi yang lebih sehat, dan kondisi-kondisi setempat yang
menyediakan dan merangsang individu remaja ke arah perkembangan psikobioseksual
yang normatif.
Dorongan
seksual pada diri manusia berkembang sejalan pertumbuhan fisik biologisnya
sejak usia manusia menjelang remaja.
Pada masa remaja, hormon-hormon dalam badannya telah memacu hasrat
kelamin terutama terhadap lawan jenis.
Hal tersebut diawali dengan perhatian yang intensif dan rasa ingin tahu
yang tinggi.
Interaksi
sosial dan budaya yang dialaminya juga dapat menumbuhkan
permasalahan-permasalahan baru dalam kehidupan mereka. Pada saat tersebut, merekapun secara jelas
sedang mengalami goncangan-goncangan yang sering bermuara pada anggota badannya
hingga membingungkan..
Sebenarnya
dorongan seksual tersebut merupakan salah satu karunia Tuhan kepada manusia dan
makhluknya. Sebab dengan adanya dorongan
seks tersebut, peranan dan cita-cita hidup serta iramanya akan berbeda dan
semakin berarti. Dorongan tersebut jika
dipahami dan mampu mengendalikannya akan memberikan manfaat yang lebih besar
dalam kehidupan mereka. Bukankah
dorongan nafsu merupakan salah satu motif dalam kehidupan manusia yang perkasa
sehingga membuat manusia kadang-kadang mempunyai kemampuan kerja dan
perejuangan hidup yang lebih besar dan penuh gairah.
Dorongan seks
pada manusia menumbuhkan dan menggairahkan hubungan antar manusia, sehingga
bermacam-macam akibat yang positif atau negatif terjadi dalam kehidupan. Orang-orang bijaksana berkata bahwa dorongan
seks itu adalah ibarat kuda penarik atau yang dipacu manusia. Manusia sebagai penunggangnya haruslah
berupaya untuk selalu mengendalikannya, jangan sampai manusia dikendalikan atau
ditunggangi kudanya. Jika keadaan yang
terakhir terjadi dalam kehidupan seseorang, ia akan mengalami dehumanisasi yang
akan merendahkan martabat kemanusiaannya pada hari ini dan bahkan juga
selanjutnya.
E. PERSIAPAN MENGUBAH PERILAKU REMAJA
Perbuatan
baik akan berakibat baik, sedang perbuatan buruk akan berakibat buruk
pula. Jika makan akibatnya adalah
kenyang, jika minum akibatnya hilangnya rasa haus. Itulah sunnatullah yang biasa disebut hukum
alam.
Oleh karena
itu, sebelum kita merubah akhlak buruk menjadi baik terlebih dahulu kita
persiapkan diri untuk menjadi teladan mereka, sehingga segala perkataan kita
dapat diterima oleh mereka dengan ikhlas.
Sebagaimana buruk dan rusaknya perbuatan bangsa Arab sebelum datangnya
Islam. Hanya dengan hadirnya seorang
suri tauladan yang kamil, tutur katanya jujur dan lembut, tanpa disadari bangsa
Arab berubah menjadi berakhlak mulia.
Semua terjadi karena kesuciannya. (Quwwatul Qudsiyah)
Wahai saudaraku
sekalian ! Jika ada di antara keluarga
kita baik remaja atau dewasa yang berperilaku negatif sampai melakukan tindak
kriminal, kemudian kita berkeinginan merubah perilakunya menjadi baik, ada satu
pertanyaan, “apakah niat itu sungguh-sungguh keluar dari hati sanubari yang
suci?”
Bila tidak,
jangan harapkan ada perubahan, sebab kesucian hatilah pangkal terlaksananya
segla sesuatu. Untuk tercapainya
cita-cita itu kita harus mengikuti ajaran yang paling hak, yang pernah diuji
coba keampuhannya yaitu Dinul Islam.
Kita harus kembali kepada ajaran Allah dan Sunnah Rasulullah saw. Harus diyakini sungguh-sungguh keduanya itu
lalu dipraktekkan dalam bentuk kehidupan sehari-hari. Rasulullah saw. bersabda :
“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara,
selama kalian berpegang (berpedoman) kepada keduanya, kalian tidak akan sesat
selamanya. Dua perkara itu adalah
Alquran dan Sunnahku” (H.R. Al-Hakim)
Firman Allah dalam Surat
Al-Hasyr ayat 7 :
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى
رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً
بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا
نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ
الْعِقَابِ (7)
“Apa saja harta rampasan
(fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk
kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang
miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya
beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang
dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.”
Firman Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 36 :
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا
مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ
الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ
ضَلَالًا مُبِينًا (36)
“Dan tidaklah patut bagi
laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila
Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka
pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah
dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan paper di atas, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Globalisasi dapat
menimbulkan dampak negatif pada perilaku remaja. Untuk mencegah timbulnya
dampak negatif tersebut amat diperlukan perhatian dan tindakan cegahtangkal
yang serius dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, masyarakat, dan
aparat pemerintah. Disamping itu, remaja merupakan salah satu tahapan dalam
kehidupan manusia. Tahap ini merupakan tahap yang kritis, karena merupakan masa
transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
2. Sebagai anggota
masyarakat yang merasa ikut bertanggungjawab kepada masa depan bangsa, kita
harus melakukan sesuatu. Mulailah dari yang mungkin dan bisa kita lakukan;
misalnya dengan mendidik anak, adik, kemenakan, cucu, atau apapun status remaja
tersebut dengan kita, dengan menanamkan kesadaran akan akibat buruk seperti
seks bebas dan lain sebagainya.
B. SARAN
1. Sebagai seorang
remaja kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik agar kita bisa
menjadi remaja yang dicita-citakan bangsa karena remaja adalah tulang punggung
bangsa, bila mereka kuat maka bangsa pun akan kuat, dan jika remaja ambruk maka
bangsa pun akan ambruk juga.
2. Sebagai seorang
remaja kita harus menghindari beberapa dampak arus globalisasi, karena remaja
merupakan sasaran empuk untuk dirusak dengan iming-iming kenikmatan semu
seperti narkotika, alkohol, freesex, dan lain sebagainya.
DAFTAR
PUSTAKA
Azizy ,
Qadri., "Melawan Globalisasi", Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2004
Purwoko, Yudho., "Memecahkan
Masalah Remaja", Penerbit Nuansa, Bandung, 2001
Rowi,
Roem.,Prof. "Remaja Berkualitas", Mizan, Jakarta, 2009
Soma, Syafari dan Hajaruddin., "Menanggulangi
Remaja Kriminal Islam Sebagai Alternatif", Penerbit Nuansa, Bandung, 1995
0 komentar:
Posting Komentar