SOLUSI PROBLEMA REMAJA
DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
PAPER
           

Oleh :
FATHORROSI



MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM BATA BATA
PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
2011
SOLUSI PROBLEMA REMAJA
DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
PAPER 
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Madrasah 
Oleh :
FATHORROSI
No. Induk : 06341


MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM BATA BATA
PANAAN PALENGAAN PAMEKASAN
2011

HALAMAN PERSETUJUAN

 

 

 


Paper oleh Fathorrosi
Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji
Pada Tanggal...........................................










Pembimbing,




USTADZ TOLA’AL BADRU, S. Pd. I

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 





 

 

HALAMAN PENGESAHAN




Paper oleh Fathorrosi
Telah dipertahankan di depan Tiem Penguji
Pada Tanggal..............................................

  Tiem Penguji                                                           Tanda Tangan

1...............................................................                   ........................................

2................................................................                  ........................................
                   




Mengetahui,
Kepala MA Mambaul Ulum Bata Bata





H. AHMAD MASYKUR, Lc.








MOTTO:



“ Peliharalah Dirimu dan Keluargamu
            Dari Api Neraka Karena Perbuatan Dosa “
                                      (QS. Al-Baqarah).

 



















      




















KATA PENGANTAR


            Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan judul "SOLUSI PROBLEMA REMAJA DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI ".
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. yang telah menjadi uswatun hasanah, sehingga kita dapat menjadikannya sebagai suritauladan dalam menempuh kehidupan ini.
Masa remaja adalah masa yang labil karena masa ini merupakan masa transisi dari “masa anak” ke “masa dewasa”. Pada masa yang labil ini, adalah wajar jika kemudian muncul berbagai macam problema biologis dan psikologis.  Selain itu, pada masa ini remaja juga menghadapi berbagai macam problema sosiologis dalam upaya mencari identitas dirinya.  Pencarian identitas diri menjadi lebih rumit, karena idealisme kehidupan tidak lagi hanya dipengaruhi oleh idelogi agama, negara, dan budaya, akan tetapi juga dipengaruhi oleh ideologi global.  Melalui makalah yang singkat dan padat ini kami mencoba memberikan solusi atas berbagai problema remaja tersebut.
Tak ada gading tak retak, tetapi di retak gading itulah terletak kesempurnaan gading. Begitu pula,  tidak ada karya manusia yang sempurna, tapi di ketidaksempurnaan itulah terletak semangat kesempurnaan. Oleh karena itu, jika dalam penulisan paper dijumpai banyak ketidaksempurnaan, dengan rendah hati penulis mohon saran dan kritikan yang mendekatkan pada kesempurnaan.
Penulis berharap semoga paper ini memberikan manfaat bagi penulis, pembaca, dan berbagai pihak yang membutuhkannya. Amien.

                                                                                    Penulis


  FATHORROSI

DAFTAR   ISI


HALAMAN  DEPAN…………………………………………………………. i
HALAMAN  JUDUL  ………………………………………………………….ii
HALAMAN  PERSETUJUAN…………………………………………………iii
HALAMAN  PENGESAHAN…………………………………………………iv
HALAMAN  MOTTO………………………………………………………….v   
KATA PENGANTAR  ………………………………………………………  vi
DAFTAR  ISI  ……………………………………………………………….. vii
BAB  I      :     PENDAHULUAN                                                                      
A.    LATAR BELAKANG ……   ……………………………...      1
B.     RUMUSAN MASALAH  …...……………………………. 2
C.     TUJUAN PEMBAHASAN………………………………   2
D.    PENEGASAN JUDUL  ……………………......................  2   
BAB  II     :     MASALAH REMAJA 
A.    PENGERTIAN REMAJA  ……………………………...    4
B.     JENIS-JENIS PENYIMPANGAN SEKSUAL –
      REMAJA  ………………………………………….…….    4
C.     PERILAKU REMAJA  …………………………………… 5
D.    PROBLEMA REMAJA DAN CARA -
      MENANGGULANGINYA ……………………....……...    6
E.     PERSIAPAN MENGUBAH PERILAKU –
      REMAJA  ………………………………..………………..  8
BAB  III   :     P E N U T U P   
A.    KESIMPULAN  ………………………………………       10
B.     SARAN  ………………………………………………       10
DAFTAR PUSTAKA 




BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagai agama “rahmatan lil’alamin”, Islam menginginkan generasi penerusnya yakni para remaja, terdidik dengan baik. Pendidikan yang baik buat remaja adalah pendidikan yang sesuai dengan tatacara yang baik atau sesuai dengan syari’at Islam.  Remaja sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, jika mereka rusak maka akan menjadi rusaklah masa depan negara dan agama kita.
Globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif pada perilaku remaja. Untuk mencegah timbulnya dampak negatif tersebut amat diperlukan perhatian dan tindakan cegahtangkal yang serius dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, masyarakat, dan aparat pemerintah.
Di sisi lain, dalam upaya mencari jati diri, terkadang para remaja tanpa disadari telah melakukan kekeliruan dalam proses identifikasi diri.  Top figure yang diidolakan mereka adalah manusia-manusia yang tidak tahu bagaimana hidup yang benar menurut Tuhannya. Akibatnya mereka menjadi manusia-manusia yang ingkar kepada Tuhannya, naudzubillahimindzalika.
Dari informasi yang kita terima dari media, baik media cetak maupun media elektronik, tingkat krimininalitas remaja sungguh sangat menghawatirkan dan meresahkan.  Jika di masa remaja telah berani melakukan perampokan, pergaulan bebas, bahkan pembunuhan, apa yang dapat diharapkan dari mereka di masa depan ?
Sebagai anggota masyarakat yang merasa ikut bertanggungjawab kepada masa depan bangsa, kita harus melakukan sesuatu. Mulailah dari yang mungkin dan bisa kita lakukan; misalnya dengan mendidik anak, adik, kemenakan, cucu, atau apapun status remaja tersebut dengan kita, dengan menanamkan kesadaran akan akibat buruk dari berbagai hal di atas.
Siapapun kita, haruslah tetap waspada terhadap masalah ini.  Semua komponen masyarakat harus saling bantu membantu; dari anak itu sendiri, orang tua, lingkungan dan pemerintah (termasuk aparat penegak hukum di dalamnya) dan Lembaga Swadaya Kemasyarakatan.  Semua harus segera mulai bersikap dan bertindak sesuai kapasitas masing-masing, jika kita tidak ingin generasi mendatang hancur.
Untuk membantu memecahkan persoalan-persoalan remaja ini, kita harus mengetahui banyak hal yang berhubungan erat dengan perilaku remaja.  Hal-hal yang berhubungan erat dengan perilaku remaja di antaranya;  perkembangan biologis dan psikologis remaja, pengetahuan keagamaan remaja, lingkungan keluarga dan  lingkungan sosial remaja, serta hobbi dan kebiasaan remaja.   Berangkat dari keinginan memberikan solusi pada problema-problema remaja inilah, penulis memberanikan menulis makalah ini.
Dari pemaparan di atas, maka penulis dapat memilih satu judul makalah ini yakni "Solusi Problema Remaja Dalam Menghadapi Era Globalisasi ".

B. RUMUSAN MASALAH
            Setelah membaca latar belakang masalah di atas, maka penulis dapat membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah  cara memecahkan problema remaja era globalisasi?
2. Apa saja problema yang dihadapi remaja di era globalisasi?
3. Apa saja penyebab tumbuhnya problema yang dihadapi remaja di era
    globalisasi?

C. TUJUAN PEMBAHASAN
      1.   Untuk mengetahui macam-macam problema remaja di era globalisasi
      2.   Untuk mengetahui macam-macam solusi yang dapat digunakan dalam memecahkan problema remaja di era globalisasi
      3.   Ingin mengetahui cara mensosialisasikan “solusi prolema remaja dalam menghadapi era globalisasi”

D. PENEGASAN JUDUL
Judul paper ini adalah "Solusi Problema Remaja Dalam Menghadapi Era Globalisasi".  Mengingat pentingnya memahami batasan makna dari suatu judul, maka penulis akan menjelaskan arti dari kata-kata pada judul paper ini.
*    Solusi              :     Cara menyelesaikan suatu masalah[1]
*    Problema         :     Suatu masalah[2]
*    Remaja            :     Usia beranjak dewasa[3]
*    Globalisasi       :     Suatu zaman yang mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transformasi, informasi yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh (menjadi hal-hal) yang bisa dijangkau dengan mudah[4]
Jadi secara keseluruhan makna dari judul paper adalah menyelesaikan masalah remaja yang diakibatkan oleh beberapa perkembangan dunia, baik perkembangan teknologi komunikasi, transformasi, informasi, dan lain sebagainya.

















BAB II
MASALAH REMAJA


A. PENGERTIAN REMAJA
            Remaja merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia.  Tahap ini merupakan tahap yang kritis.  Karena merupakan tahap transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.[5]  Secara fisik remaja bisa diberi ciri-ciri sebagai berikut;  Anak yang berusia antara 12-19 tahun, sedang berada dalam pertumbuhan yang sangat pesat sekali.  Suara yang tadinya nyaring kekanak-kanakan berubah menjadi agak parau sehingga disangka flu.  Seringkali anak menjadi malu akibat perubahan suara ini.  Akan tetapi lambat laun secara alami menjadi terbiasa.[6]

B. JENIS-JENIS PENYIMPANGAN SEKSUAL REMAJA
            Jenis penyimpangan seksual sebenarnya bermacam-macam, namun dari pengamatan secara umum di media massa, yang paling banyak dialami pada masa remaja adalah :
1.   Masturbasi       :     Kegiatan seksual yang dilakukan dengan tangan atau dengan barang-barang pengganti alat kelamin atau alat seksual lainnya.  Baik laki-laki maupun wanita umumnya banyak yang melakukan masturbasi untuk menyalurkan kebutuhan seksualnya.
2.   Fetishisme       :     Suatu kelainan seksual yang biasanya  dialami oleh remaja putra.  Yaitu perasaan puas dan senang dengan benda-benda pengganti dari seorang wanita.  Misalnya, sapu tangan, celana dalam, baju, BH, dan lain sebagainya.
3.   Exhibisionisme  :   Suatu penyimpangan seksual yang umumnya dilakukan oleh wanita.  Pelakunya merasakan kesenangan dan kepuasan dengan memperlihatkan anggota kelaminnya kepada lawan jenisnya.
4.   Veyeurisme     :     Kepuasan seksual yang dirasakan dengan kesenangan mengintip.  Misalnya mengintip orang yang sedang mandi, wanita yang sedang ganti baju, dan lain sebagainya.
5.   Free sex           :     Pergaulan bebas, yaitu berhubungan dengan banyak pasangan.  Saling tukar-menukar pasangan, berpesta seks dan lain-lain.  Hal ini banyak terjadi di dunia Barat, namun di Indonesiapun kini di kalangan remaja sudah mulai terjangkiti.
Penyimpangan-penyimpangan seksual di atas sering kali dilakukan oleh para remaja.  Solusinya terletak pada orang-orang di lingkungan terdekat dan pada diri remaja sendiri.  Maukah remaja itu memperbaiki dirinya dan apakah orang-orang di lingkungannya mau membantu memberi situasi yang kondusif ?          

C. PERILAKU REMAJA
Dari nubuah Rasulullah saw. mengenai akhir zaman, serta mengenai hubungan antara orang muda dengan yang lebih tua serta sebaliknya.  Rasulullah saw. mengabarkan hal ini di dalam hadits beliau:
Apabila zaman telah dekat (yaitu akhir jaman/saat ini) seorang laki-laki mendidik anjing lebih baik daripada mendidik anaknya.  Tidak ada rasa hormat pada yang lebih tua dan tidak ada rasa kasih sayang pada yang lebih muda  (H.R. Al-Hakim dan Thabrani)

Hadits ini menjelaskan tentang perilaku orang tua yang tidak mempedulikan rasa kasih sayang kepada putera-puterinya berdasarkan kasih sayang yang islami, dan bagaimana menghormati orang yang lebih tua.  Menghormati dengan arti kata penghormatan atau menghormati segala tuntunan yang baik dari yang lebih tua.  Kebanyakan remaja apabila dinasehati akan berkata :  “Jangan sok alim, kelakuanmu juga belum tentu benar”.  Inilah bukti dari kebenaran isi hadits di atas.
Sedangkan di sisi lain, perilaku anarkhis dan perilaku kriminalitas remaja seperti perkelahian massal  baik antar kelompok maupun antar sekolah menengah, perusakan bis kota, perampokan bis malam, penodongan, penyalahgunaan obat psikotropika, perkosaan, pembunuhan, pelacuran, gigolo, dan banyak lagi tindakan remaja yang sangat perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.
Entah berapa ribu remaja yang pernah maupun yang sedang diterapi (pengobatan kejiwaan) di RSKO Jakarta atau di tempat psikiatri lainnya seperti di pesantren Mbah Anom Surabaya .

D. PROBLEMA REMAJA DAN CARA MENANGGULANGINYA
            Pengaruh perkembangan teknologi, informasi, dan globalisasi mempunyai andil besar dalam membentuk perilaku seorang anak.  Misalnya, gaya hidup para artis yang disuguhkan telivisi setiap hari melalui acara film, baik berupa sinetron lokal maupun telenovela asing, secara tidak disadari ditiru dan ikut membentuk pola pikir dan gaya hidup remaja kita.  Jika orang tua tidak cermat dalam membimbing dan mendidik putera-puterinya, maka akan menimbulkan banyak masalah dikemudian hari.
            Peristiwa yang telah terjadi dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita, banyak yang menyebabkan orang tua pusing memikirkan tingkah laku anaknya di usia remaja.  Tidak jarang terjadi, akibat kesalahan orang tua dalam menangani masalah putera-puterinya di usia remaja, menyebabkan hubungan orang tua tidak harmonis lagi dengan anaknya.
            Penyalahgunaan sarana teknologi dan informasi yang semakin canggih, dapat juga menjadi penyebab timbulnya masalah  baru dalam kehidupan remaja.  Misalnya, penggunaan internet dan kamera digital hand phone untuk pornografi.
            Faktor yang berperan dalam penyimpangan seksual menurut Drs. Hasan Basri, (Remaja Berkualitas: 2000) adalah faktor endogen atau diri sendiri dan faktor eksogen atau lingkungan.  Lebih lanjut, Hasan Basri mengemukakan bahwa kenakalan remaja dalam seksual disebabkan oleh keadaan sebagai berikut:
1.   Kualitas diri pribadi remaja itu sendiri, seperti perkembangan emosional yang kurang bahkan tidak sehat, mengalami hambatan dalam perkembangan hati nurani yang bersih dan agamis, ketidakmampuan mempergunakan waktu luang secara sehat dan ekonomis, kelemahan diri dalam mengatasi kegagalan dengan memilih kegiatan alternatif yang keliru dan pengembangan kebiasaan diri yang kurang atau bahkan tidak sehat dalam kehidupan sehari-hari.
2.   Kualitas lingkungan keluarga dan masyarakat, seperti :  rumah dan keluarga dengan situasi yang gersang dari kasih sayang dan pengertian, ekonomi yang tidak mendukung kemauan dan kesempatan belajar dan tidak melakukan rekreasi yang lebih sehat, dan kondisi-kondisi setempat yang menyediakan dan merangsang individu remaja ke arah perkembangan psikobioseksual yang normatif.
Dorongan seksual pada diri manusia berkembang sejalan pertumbuhan fisik biologisnya sejak usia manusia menjelang remaja.  Pada masa remaja, hormon-hormon dalam badannya telah memacu hasrat kelamin terutama terhadap lawan jenis.  Hal tersebut diawali dengan perhatian yang intensif dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Interaksi sosial dan budaya yang dialaminya juga dapat menumbuhkan permasalahan-permasalahan baru dalam kehidupan mereka.  Pada saat tersebut, merekapun secara jelas sedang mengalami goncangan-goncangan yang sering bermuara pada anggota badannya hingga membingungkan..
Sebenarnya dorongan seksual tersebut merupakan salah satu karunia Tuhan kepada manusia dan makhluknya.  Sebab dengan adanya dorongan seks tersebut, peranan dan cita-cita hidup serta iramanya akan berbeda dan semakin berarti.  Dorongan tersebut jika dipahami dan mampu mengendalikannya akan memberikan manfaat yang lebih besar dalam kehidupan mereka.  Bukankah dorongan nafsu merupakan salah satu motif dalam kehidupan manusia yang perkasa sehingga membuat manusia kadang-kadang mempunyai kemampuan kerja dan perejuangan hidup yang lebih besar dan penuh gairah.
Dorongan seks pada manusia menumbuhkan dan menggairahkan hubungan antar manusia, sehingga bermacam-macam akibat yang positif atau negatif terjadi dalam kehidupan.  Orang-orang bijaksana berkata bahwa dorongan seks itu adalah ibarat kuda penarik atau yang dipacu manusia.  Manusia sebagai penunggangnya haruslah berupaya untuk selalu mengendalikannya, jangan sampai manusia dikendalikan atau ditunggangi kudanya.  Jika keadaan yang terakhir terjadi dalam kehidupan seseorang, ia akan mengalami dehumanisasi yang akan merendahkan martabat kemanusiaannya pada hari ini dan bahkan juga selanjutnya.


E. PERSIAPAN MENGUBAH PERILAKU REMAJA
            Perbuatan baik akan berakibat baik, sedang perbuatan buruk akan berakibat buruk pula.  Jika makan akibatnya adalah kenyang, jika minum akibatnya hilangnya rasa haus.  Itulah sunnatullah yang biasa disebut hukum alam.
Oleh karena itu, sebelum kita merubah akhlak buruk menjadi baik terlebih dahulu kita persiapkan diri untuk menjadi teladan mereka, sehingga segala perkataan kita dapat diterima oleh mereka dengan ikhlas.  Sebagaimana buruk dan rusaknya perbuatan bangsa Arab sebelum datangnya Islam.  Hanya dengan hadirnya seorang suri tauladan yang kamil, tutur katanya jujur dan lembut, tanpa disadari bangsa Arab berubah menjadi berakhlak mulia.  Semua terjadi karena kesuciannya. (Quwwatul Qudsiyah)
Wahai saudaraku sekalian !  Jika ada di antara keluarga kita baik remaja atau dewasa yang berperilaku negatif sampai melakukan tindak kriminal, kemudian kita berkeinginan merubah perilakunya menjadi baik, ada satu pertanyaan, “apakah niat itu sungguh-sungguh keluar dari hati sanubari yang suci?”
Bila tidak, jangan harapkan ada perubahan, sebab kesucian hatilah pangkal terlaksananya segla sesuatu.  Untuk tercapainya cita-cita itu kita harus mengikuti ajaran yang paling hak, yang pernah diuji coba keampuhannya yaitu Dinul Islam.  Kita harus kembali kepada ajaran Allah dan Sunnah Rasulullah saw.  Harus diyakini sungguh-sungguh keduanya itu lalu dipraktekkan dalam bentuk kehidupan sehari-hari.  Rasulullah saw. bersabda :
Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, selama kalian berpegang (berpedoman) kepada keduanya, kalian tidak akan sesat selamanya.  Dua perkara itu adalah Alquran dan Sunnahku” (H.R. Al-Hakim)
Firman Allah dalam Surat Al-Hasyr ayat 7 :

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (7)

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.”
                        Firman Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 36 :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا (36)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
                       























BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
                 Dari uraian pembahasan paper di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1.   Globalisasi dapat menimbulkan dampak negatif pada perilaku remaja. Untuk mencegah timbulnya dampak negatif tersebut amat diperlukan perhatian dan tindakan cegahtangkal yang serius dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, guru, masyarakat, dan aparat pemerintah. Disamping itu, remaja merupakan salah satu tahapan dalam kehidupan manusia. Tahap ini merupakan tahap yang kritis, karena merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa.
2.   Sebagai anggota masyarakat yang merasa ikut bertanggungjawab kepada masa depan bangsa, kita harus melakukan sesuatu. Mulailah dari yang mungkin dan bisa kita lakukan; misalnya dengan mendidik anak, adik, kemenakan, cucu, atau apapun status remaja tersebut dengan kita, dengan menanamkan kesadaran akan akibat buruk seperti seks bebas dan lain sebagainya.

B. SARAN
1.   Sebagai seorang remaja kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang baik agar kita bisa menjadi remaja yang dicita-citakan bangsa karena remaja adalah tulang punggung bangsa, bila mereka kuat maka bangsa pun akan kuat, dan jika remaja ambruk maka bangsa pun akan ambruk juga.
2.   Sebagai seorang remaja kita harus menghindari beberapa dampak arus globalisasi, karena remaja merupakan sasaran empuk untuk dirusak dengan iming-iming kenikmatan semu seperti narkotika, alkohol, freesex, dan lain sebagainya.



           


DAFTAR PUSTAKA


Azizy , Qadri., "Melawan Globalisasi", Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2004

Purwoko, Yudho., "Memecahkan Masalah Remaja", Penerbit Nuansa, Bandung, 2001

Rowi, Roem.,Prof. "Remaja Berkualitas", Mizan, Jakarta, 2009

Soma, Syafari dan Hajaruddin., "Menanggulangi Remaja Kriminal Islam Sebagai Alternatif",  Penerbit Nuansa, Bandung, 1995








           
           

           








[1]  Prof. Roem Rowi, Remaja Berkualitas, (Jakarta: Mizan, 2009),hlm. 1011
[2]  Ibid, hlm. 765
[3]  Ibid, hlm. 289.
[4] Prof.Azizy Qodri, Ph.D., Melawan Globalisasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm.18
[5]  Syafari Soma dan Hajarudin, Menanggulangi Remaja Kriminal Islam Sebagai Alternatif,   
    (Bandung: Penerbit Nuansa, 1995) hlm.6
[6]  Yudho Purwoko, Memecahkan Masalah Remaja, (Bandung:  Penerbit Nuansa, 2001) hlm.7