![]() |

Oleh :
HOLIK
NIMKO : 01953
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
ALKHAIRAT PAMEKASAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
TAHUN 2008
MOTTO :
·
Experience is
the best teacher
·
Berdo’a dan
berusaha adalah kunci kesuksesan
·
Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain
·
Percaya diri
adalah kunci kesuksesan
|
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya yang telah
dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah ini
dengan judul "HISTORIS PERADABAN ISLAM DI INDONESIA".
Shalawat serta
salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang
telah menjadi uswatun hasanah, sehingga kita dapat menjadikannya sebagai
suritauladan dalam menempuh kehidupan ini.
Dalam penyelesaian makalah ini, penulis telah banyak
dibantu oleh beberapa pihak. Oleh karena
itu penulis menghaturkan ucapan
terimakasih kepada:
- Ketua STAI Alkhairat Pamekasan RKH. Abdul Hamid AM. Yang telah menyediakan wadah intelektual.
- Ketua jurusan tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Alkhairat Pamekasan.
- Bakal calon isteriku yang telah memberikan spirit patriotik, sehingga rintangan dan hambatan dapat penulis hadapi dengan penuh kesabaran.
- Ayah bundaku yang telah mengasuh mendidikku hingga dewasa.
- Para dosen yang telah memberikan motivasi wawasan ilmiah, sehingga skripsi ini tersusun dengan baik.
- Para ustadz dan ustadzah serta rekan-rekan seiman dan seperjuangan yang tulus membantu dan memberikan dorongan dalam menyelesaikan penulisan makalah ini.
Tak ada gading
yang tak retak, tetapi diretak gading itulah terletak kesempurnaan gading.
Begitu pula, tidak ada karya manusia
yang sempurna, tapi pada ketidaksempurnaan itulah terletak semangat
kesempurnaan. Oleh karena itu, jika
dalam penulisan makalah dijumpai banyak ketidaksempurnaan, dengan rendah hati
penulis mohon saran dan kritikan yang mendekatkan pada kesempurnaan.
Penulis
berharap semoga makalah ini memberikan manfaat bagi penulis, pembaca, dan
berbagai pihak yang membutuhkannya. Amien ya Rabbal ‘Alamien.
Pamekasan, 05 Juni 2008
Penulis,
HOLIK
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
…………………………………………………… i
HALAMAN MOTTO
…………………………….………...…………… iv
KATA
PENGANTAR ………………………………………………….. v
DAFTAR ISI
…………………………………………………………… vii
BAB I : PENDAHULUAN
………………………………………. 01
A.
Latar Belakang
Masalah ……………………………... 01
B.
Ruang Lingkup
Pembahasan …………………………. 01
C.
Rumusan Masalah .…………………………………… 01
D.
Tujuan …………………………………...................... 02
E.
Manfaat ……………………………………………... 02
F.
Penegasan Judul …...…………………………………. 02
BAB II : TINJAUAN
TENTANG ARKEOLOG …………………. 03
A.
Pengertian
Arkeolog …….…………………………... 03
B.
Pendekatan
Arkeologi ………………………………. 03
C.
Arkeo-Islamologi dan
Arkeologi Islam .……………… 03
BAB III : HISTORIS
PERADABAN ISLAM INDONESIA .…….. 05
A.
Arkeo dan Penelitian
Agama di Indonesia …………… 05
B.
Kajian Islam
Indonesia …..……………..…………… 05
BAB IV : P
E N U T U P ………………………………………….. 07
A.
Kesimpulan …………………………………………… 07
B.
Saran-saran …………………………………………… 07
DAFTAR KEPUSTAKAAN
……………
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menggali
sisa-sisa peninggalan manusia di masa lampau itulah ciri utama sebuah kajian
arkeologi. Setidaknya, itulah yang
segera terpikir saat seseorang berbicara tentang arkeologi. Sebagai ilmu bantu sejarah, arkeologi bekerja
terkonsentrasi pada horizon waktu dalam sejarah umat manusia, dimana
bukti-bukti tertulis belum ditentukasn, satu horizon waktu yang kemudian
dikenal sebagai “pra-sejarah”, dimana perangkat analisa dan metodologi sejarah
tidak memungkinkan untuk bekerja. (Golden Childe, 1955).
Arkeolog bertugas
memberi penjelasan terhadap benda-benda peninggalan umat manusia yang sudah
terkubur, sehingga benda-benda tersebut kemudian bisa berfungsi sebagai sumber
penulisan sejarah. Oleh karena itu,
arkeologi sangat berhubungan dengan periode paling archaic (penting)
dalam sejarah umat manusia. Arkeologi
mengarahkan kajian pada benda-benda peninggalan manusia yang bersifat material
“untuk menulis sejarah berdasarkan sumber-sumber material” (Daniel, 1976) atau
sebagai “studi yang sistematik terhadap kepurbakalaan”
B. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Untuk memperjelas pokok-pokkok pembahasan dalam makalah ini
maka penulis merasa perlu untuk memberikan batasan ruang lingkup pembahasan
sebagai berikut :
1.
Pembahasan mengenai studi Islam : Sudut pandang arkeologi penulis batasi pada
“pengertian arkeolog”, dan “pendekatan arkeologi”.
2.
Pembahasan
selanjutnya “Perkembangan Institusi Islam Indonesia” meliputi: “Arkeo
Islamologi” dan “Arkeologi Islam”.
C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana
Arkeologi digunakan dalam kajian Islam ?
2. Bagaimana perkembangan Ilmu Arkeologi di
Indonesia ?
3. Bagaimana Historis Peradaban Islam Indonesia
?
D. TUJUAN PEMBAHASAN
1. Untuk mengetahui penggunaan arkeologi dalam
kajian Islam.
2. Untuk mengetahui perkembangan Ilmu Arkeologi
di Indonesia.
3. Ingin mengetahui Historis Peradaban Islam di
Indonesia.
E. MANFAAT
1. Sebagai media latihan penelitian kepustakaan
(library Research) bagi penulis.
2. Sebagai sumbangan pemikiran pada pembaca yang
hendak mempelajari bagaimana "Historis Peradaban Islam di Indonesia"
.
F. PENEGASAN JUDUL
Judul Makalah
ini adalah “Historis Peradaban Islam Indonesia”. Dalam penegasan judul ini, penulis memandang
perlu untuk merumuskan dan menegaskan supaya tidak terejadi kesalahpahaman bagi
pembaca. Adapun judul yang akan di
tegaskan di sini ialah :
1. Historis : Berkenaan
dengan sejarah[1]
2. Peradaban : Budi
bahasa dan kebudayaan suatu bangsa[2]
3. Islam : Agama
yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. yang
berpedoman pada
kitab suci Alquran[3]
4. Indonesia : Suatu
negara kesatuan yang berbentuk republik yang
terletak antara 6oLU
– 11oLS dan antara 95o BT – 141oBT.[4]
Dari pengertian-pengertian di atas, dapat diasumsikan bahwa
yang dimaksud dengan “Historis Peradaban Islam Indonesia” adalah sesuatu yang
berkenaan dengan sejarah dan kebudayaan suatu bangsa yang berhubungan dengan
agama dan sejarah yang ada di Indonesia.
BAB
II
TINJAUAN TEORITIS TENTANG ARKEOLOG
A. PENGERTIAN ARKEOLOGI
Arkeolog
bertugas memberi penjelasan terhadap benda-benda tersebut kemudian bisa
berfungsi sebagai sumber penulisan sejarah.
Oleh karena itu, arkeologi sangat berhubungan dengan periode paling archoic
dalam sejarah umat manusia.
Definisi arkeologi di atas memang terkesan sangat
simplistik. Arkeologi dibedakan dari
sejarah dengan bertumpu hanya pada tersedianya data-data tertulis. Arkeologi berkembang menjadi satu disiplin
ilmu yang tidak hanya berurusan dengan masa pra-sejarah, tapi juga masa
sejarah, meskipun tentu saja, benda-benda material berupa artefak dan situs
purbakala tetap menjadi sasaran utama kajian arkeologi.
B. PENDEKATAN ARKEOLOGI
Dalam dunia ilmu pengetahuan seperti telah diketahui secara
luas kedudukan ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora memang sangat
spesifik. Berbagai cara pendekatan
positivisme kini dianggap kurang memadai, bahkan belakangan semakin disadari
bahkan bahwa keterasingan manusia di tengah dunia ilmu pengetahuan, teknologi
dan industri tidak dapat diatasi semata-mata melalui pemikiran dan pendekatan
kritis-teoritis dari ilmu pengetahuan.
Ilmu adalah rangkaian aktifitas penelaahan menggali pengetahuan
suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional-empiris mengenai segala
sesuatu di dunia ini, dan secara keseluruhan ilmu pengetahuan memang diarahkan
untuk menjelaskan berbagai gejala yang hendak dipahami.
C. ARKEO-ISLAMOLOGI DAN ARKEOLOGI ISLAM
Arkeologi
sebagai salah satu cabang ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora atau
human-sciences) berdasar pada langkah-langkah observasional dalam
penelitian dan percobaan empiris.
Arkeologi juga
telah mencoba mengembangkan hipotesa, hukum, dan teori ilmiah yang menempatkan
manusia dan kemanusiaannya sebagai tema utama dalam objek kajiannya. Kini semakin nyata bahwa persentuhan
arkeologi dengan disiplin ilmu-ilmu lain telah menghasilkan tema-tema kajian yang
semakin khusus, dan pada saat yang sama menumbuhkan keluasan cabang-cabang
kajian arkeologi dan ilmu-ilmu bantu arkeologi menjadi tema kajian baru yang
secara tentatif bisa disebut “arkeo-islamologi”.
BAB III
HISTORIS PERADABAN ISLAM
INDONESIA
A. ARKEOLOGI DAN PENELITIAN AGAMA DI INDONESIA
Setelah mencapai perkembangannya sekitar hampir dua abad, arkeologi
dibanding disiplin ilmu-ilmu lain seperti: antropologi, sosiologi, dan bahkan
sejarah bisa dikatakan tidak banyak mengalami perkembangan teoritik yang
penting. Dalam prakteknya, arkeologi
justru banyak menggunakan disiplin ilmu-ilmu tersebut di atas. Oleh karena itu, memasuki ruang lingkup
arkeologi, definisi disiplin ilmu arkeologi senantiasa merupakan pembahasan
awal.
Namun demikian, berangkat dari pandangan bahwa arkeologi
adalah satu disiplin ilmu, definisi paling sederhana barangkali bisa dikatakan
di sini. Arkeologi adalah salah satu
kegiatan mengumpulkan benda-benda dari dalam tanah melalui penggalian untuk
mengungkap kehidupan manusia di masa lampau.
Atas dasar itu dalam kaitan ini pula Stuart Piggot (1959), seorang
arkeolog Eropa, menegaskan bahwa arkeologi adalah sejarah.
B. KAJIAN ISLAM INDONESIA
Menyangkut kajian Islam di Indonesia, apa yang disebut
“Arkeologi-Islam” memiliki makna yang spesifik.
Bahkan, dalam beberapa hal tententu, pendekatan arkeologi ini bisa
dikatakan baru kajian-kajian arkeologi masa sebelumnya, seperti telah disebut
di atas, lebih banyak dilakukan terbatas dalam kaitan dengan filologi dan
epigrafi.
Fungsi ilmu arkeologi seperti demikian selanjutnya
memungkinkkan kita menjadikan ilmu pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang
semula terpisah-pisah berada dalam kaitan satu sama lain, dan memungkinkan kita
membuat dugaan-dugaan secara terkendali dan terpercaya (reliable predictions)
mengenai peristiwa atau fenomena lain.
Tujuan utama disiplin arkeologi, dan juga antropologi dalam
paradigma terbaru adalah memformulasikan “hukum dinamika budaya” untuk mencari
dan mengamati berbagai kecendrungan dan penyebab perilaku manusia, serta
membuat dugaan-dugaan yang bersifat probabilistik atau keserba-mungkinan. Selain itu, terdapat tiga dimensi yang
menjadi fokus perhatian arkeologi dalam menjelaskan setiap fenomena yang
menjadi sasaran kajiannya, yaitu dimensi budaya (formal), waktu (temporal), dan
ruang (spatial).
BAB IV
P E
N U T
U P
A. KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan makalah di atas, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut:
1. Dalam sejarah
seringkali kita berhadapan dengan fenomena yang berbentuk kontimum, dimana
terdapat pengulangan dari berbagai fenomena di masa lalu. Dalam bentang waktu yang panjang serta dalam
bentang ruang yang luas, seringkali terdapat proses sejarah yang kadang cepat,
tetapi tiba-tiba terlatih dalam suatu kala adagio, mungkin ini benar, tetapi
boleh jadi pula tidak adanya sikap pandang yang pesimistik, bahwa: “Past is
past, Present is present, and never the twin shall met”.
2. Fenomena Sejarah
Islam tidak senantiasa tercermin dalam peninggalan arkeologi. Ini nampaknya menghantarkan suatu peristiwa
ke dalam peristiwa lain berikutnya dalam jalur sejarah dan skema pikir yang
seharusnya holistik. Islam mengalami
tekanan ketika di Mekkah, kemudian hijrah dan tumbuh pesat di Madinah, dan
berkembang terus ke seluruh penjuru, sementara itu data arkeologi dan sejarah
sebagai peristiwa merupakan produk budaya yang meninggalkan bekas-bekasnya
berupa bena materi.
B. SARAN-SARAN
Alhamdulillah makalah yang sederhana ini
dapat diselesaikan pembahasannya.
Walaupun masih banyak kekurangan.
Setelah penulis selesai menulis makalah ini ada beberapa saran yang akan
penulis sampaikan kepada para pembaca :
1. Dari pengamatan
penulis, penulisan makalah ini sangat baik untuk media latihan. Harapan penulis agar penulisan makalah ini
dilanjutkan sebagai suatu kebiasaan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Semoga pembaca
dapat mengetahui dan mendalami masalah historis peradaban Islam Indonesia
sebagimana yang penulis uraikan di atas.
Dan penulis berharap kepada generasi penerus agar lebih memahami demi
tercapainya kehidupan yang harmonis
Akhirnya makalah ini berhasil penulis selesaikan walaupun
belum sepenuhnya dapat membahas secara sistematis, karena penulis manusia biasa
tak lepas dari kekhilafan dan kekurangan.
Untuk itu penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Dengan terselesaikannya penulisan makalah ini, penulis
berdo’a semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada
kita, amien.
DAFTAR PUSTAKA
Ambari, Hasan Muarif., "Menemukan Peradaban
Jejak Arkeologis Islam Indonesia",
Wacana Ilmu dan Pemikiran, Jakarta, 2001.
Marhijanto,
Bambang., "Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Populer", Bintang
Timur, Surabaya, 1995.
Ismail, Faisal., "Ketegangan Kreatif Peradaban
Islam", Bakti Aksara Persada, Jakarta.

0 komentar:
Posting Komentar