DALAM MENYERAP ILMU-ILMU MODERN
Oleh :
HABIBULLAH
Kelas : XII – IPA 1
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA
NEGERI I PAKONG PAMEKASAN
2009
HALAMAN PERSETUJUAN
Makalah ini
telah ditesetujui oleh :
Wali Kelas Guru Bidang
Studi
SITI AISYAH, S. Pd BAMBANG,
S. Si
NIP NIP
Mengetahui
Kepala SMA N I Pakong
Drs. RP. MOH NOER KOMARI
NIP
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur hanya kepada Allah SWT
atas segala limpahan nikmat serta karunia-Nya, sehingga penulisan makalah ini
telah selesai sesuai dengan rencana. Kemudian shalawat serta salamnya semoga
senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW begitu juga kepada keluarga dan
para sahabat-sahabatnya.
Kemudian penulis menghaturkan ucapan terima kasih
yang tak terhingga kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu penulis dalam
penyusunan makalah ini, mereka adalah:
1.
Kepala SMA N
I Pakong yang telah memberi saran kepada penulis.
2.
Guru Bidang Studi yang telah membimbing penulis dalam
penyelesaian makalah ini.
3.
Wali Kelas yang telah mendidik penulis.
4.
Teman-teman yang telah membantu penulis dalam
penyempurnaan makalah ini.
5.
Serta kepada mereka yang banyak membantu penulis, baik
yang aku sadari atau yang tidak kuketahui dalam penyelesaian makalah ini.
Akhirnya penulis berharap
kepada para pembaca makalah ini, jika terdapat
kesalahan dan kekurangan, baik dari sisi penulisan, kaidah bahasa ataupun dari
sisi sistematika maka penulis mengharap kritikan dan saran yang konstruktif
demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan
datang.
DAFTAR ISI
Halaman
Judul……………………………………………………………….. i
Halaman
Persetujuan………………………………………………………… ii
Kata
Pengantar………………………………………………………………
iii
Daftar
Isi…………………………………………………………………….. iv
BAB I
: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permasalahan……………………………. 1
B. Rumusan
Masalah……………………………………… 1
C. Tujuan
Pembahasan……………………………………… 2
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Hubungan Antara Perkembangan
Ilmu Pengetahuan dengan Perkembangan Otak Manusia………………………… 3
B. Kapasitas Neuron pada
Manusia Tidak Dapat Bertambah… 8
BAB
III : PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………. 11
B. Saran………………………………………………… 12
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Pengertian Metode Resitasi
Metode Resitasi adalah metode penyajian
bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan
belajar. (Djamarah dan Zain, 2002:96).
Di dalam buku yang lain disebutkan bahwa
"metode resitasi biasa disebut Metode Pekerjaan
Rumah, karena siswa diberi tugas-tugas khusus di luar jam pelajaran.
(Usman, 2002:47).
Dari pengertian di atas penulis menarik
kesimpulan bahwa metode resitasi merupakan salah satu metode yang diambil oleh
seorang guru agar tujuan dari pembelajaran bisa tercapai dan pelaksanaan dari
metode ini tergantung guru mau dilaksanakan dimana, bisa dilaksanakan di rumah,
di halaman sekolah, dan tempat-tempat yang lain yang dianggap cocok untuk
mengerjakan tugas.
Penerapan metode ini dilaksanakan karena
seorang guru menganggap kalau proses belajar mengajar itu hanya dilaksanakan
dalam kelas, waktu yang tersedia dianggap kurang, oleh sebab itu guru
memanfaatkan waktu di luar jam pelajaran dengan cara memberikan tugas kepada
murid baik tugas itu berbentuk soal ataupun berupa tugas yang berbentuk Lembar
Kegiatan Siswa (LKS). Yang penting murid di luar jam pelajaran bisa
memanfaatkannya dengan belajar.
2.
Tujuan Metode Resitasi
Setiap
sesuatu pasti mempunyai tujuan jadi metode resitasi juga mempunyai tujuan
sebagai berikut:
a.
Agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap,
karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melaksanakan tugas.
(Roestiyah, 1991:133).
b. Untuk mendapatkan keterampilan khusus
dalam mengerjakan sesuatu.
c. Untuk memantapkan pengetahuan yang telah
diterima oleh para siswa. (Usman, 2002:48).
d. Merancang siswa agar berusaha lebih baik
memupuk inisiatif.
e. Membawa kegiatan sekolah yang berharga
kepada minat siswa yang masih terluang. Waktu-waktu yang terluang daripada
siswa agar dapat digunakanlebih konstruktif.
f. Memperkaya pengalaman sekolah dengan
memulai kegiatan di luar kelas.
g. Memperkuat hasil belajar di sekolah dengan
menyelenggarakan latihan-latihan yang perlu integrasi dan penggunaanya. (Team
didaktik metodik, 1984:58).
Jadi kesimpulannya tujuan dari penerapan
metode resitasi itu adalah memberikan materi di luar jam pelajaran agar siswa
lebih mantap dalam memahami pelajaran yang mereka peroleh di dalam kelas.
Bagi seorang guru penerapan metode
resitasi diberikan kepada murid agar setelah keluar dari sekolah anak-anak
tidak hanya bermain saja melainkan bisa meluangkan waktunya untuk belajar,
karena dengan adanya tugas yang diberikan anak merasa mempunyai tanggung jawab untuk
mengerjakannya dan pada waktu itulah anak bisa belajar.
- Macam-Macam Metode Resitasi
Tugas yang diberikan kepada anak didik ada
berbagai jenis. Karena itu, tugas sangat banyak macamnya, tergantung pada
tujuan yang akan dicapai di antaranya adalah tugas meneliti, tugas menyusun
laporan, tugas motorik, tugas di laboratorium. (Djamarah dan Zain, 2002:97).
a. Tugas meneliti biasanya bertujuan ingin
mengetahui terhadap sesuatu yang diteliti misalnya proses perkembangannya,
proses terjadinya sesuatu, atau ingin mengetahui sebab akibat dari suatu
gejala, biasasnya sering digunakan pada mata pelajaran biologi.
b. Tugas menyusun laporan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
pengertian anak didik terhadap materi yang diberikan oleh seorang guru
untuk menarik kesimpulan dari sesuatu
yang diteliti dan disusunnya dalam bentuk laporan, mata pelajaran yang diberi
tugas biasanya pelajaran PPKn.
c. Tugas motorik sering diberikan kepada
siswa agar pemahaman siswa terhadap pelajaran bisa dipraktekkan bukan hany
paham terhadap teorinya saja, oleh sebab itu biasanya pelajaran yang
menggunakan tugas ini adalah pelajaran Penjaskes.
d. Tugas di laboratorium merupakan tugas
yang di laksanakan oleh anak didik yang bertujuan untuk mengamati sesuatu yang
pelaksanaanya di lakukan di dalam laboratorium agar anak didik langsung
berpraktek dengan benda yang diteliti dengan seksama.
- Bentuk Resitasi
Penugasan
yang diberikan kepada anak didik berfariasi karena guru memberikan tugas
tersebut hanya ingin memantapkan apa-apa yang diperoleh siswa selama belajar di
dalam kelas. Di antara bentuk tugas
atau resitasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Berbentuk soal mengenai mata pelajaran
tertentu.
b.
Berbentuk tugas yang berupa LKS. yang harus
dibahas dengan diskusi atau perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran. (Roestiyah,
1991:133).
Dari
uraian di atas sudah jelas bahwa bentuk dari resitasi itu bisa berbentuk soal
dan bisa berbentuk tugas yang berupa LKS. yang di berikan guru untuk dibahas
dan didiskusikan untuk mencari jawabannya di buku pelajaran.
Dari
dua bentuk resitasi tersebut bisa dijabarkan lagi pada waktu pelaksanaanya
tugas itu bisa secara tertulis dan bisa juga secara lisan, akan tetapi setelah
guru memberikan tugas kepada anak didik guru harus aktif juga dalam artian guru
harus mengecek apakah tugas yang diberikan tersebut sudah dilaksanakan atau
belum, dan dalam pelaksanaannya dikerjakan sendiri apa dikerjakan orang lain,
lalu setelah itu guru harus mengevaluasi karena hal tersebut akan memberikan
motifasi yang positif kepada peserta didik.
Bentuk
tugas yang diberikan guru berfariasi karena guru ingin menciptakan suasana
belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan agar siswa dalam
menerima pelajaran tidak hanya mendengarkan saja.
- Langkah-Langkah Metode
Resitasi
Dalam pemberian tugas agar tugas tersebut menghasilkan hal
yang positif dalam artian pemberian tugas itu sesuai dengan peserta didik maka
harus mengikuti langkah-langkah pemberian tugas yang akan dikemukakan oleh
penulis yaitu "Fase pemberian tugas, fase pelaksanaan tugas, dan fase
mempertanggung jawabkan tugas". (Djamarah dan Zain, 2002:97).
Dari ketiga fase tersebut, guru dalam memberikan tugas
harus mempertimbangkan tujuan yang akan dicapai, jenis tugas yang tepat, sesuai
dengan kemampuan anak didik, diberi petunjuk, dan sediakan waktu yang cukup
untuk mengerjakan tugas tersebut agar hasil yang diharapkan tercapai.
Sedangkan guru ketika murid sedang melaksanakan tugas maka
guru harus memberikan bimbingan dan pengawasan, memberikan dorongan agar siswa
mau melaksanakan tugas, menyuruh mengerjakan tugas tersebut oleh siswa sendiri,
dan menganjurkan siswa mencatat hasil yang ia peroleh dari pemberian tugas
tersebut.
Ketika murid sudah melaksanakan tugas yang diberikan guru
dalam artian murid akan mempertanggung jawabkannya di hadapan guru atau di
depan murid yang lain maka guru hendaknya menyuruh siswa untuk membacakan
hasilnya, mengadakan tanya jawab, dan menilai tugas yang telah disetorkan oleh
murid dalam rangka memberikan motifasi kepada murid.
- Keuntungan Metode Resitasi
Setiap terjadinya sesuatu pasti ada dampak positif dan
dampak negatifnya sama halnya dengan penerapan metode resitasi maka ada
kelebihannya dan ada pula kelemahannya, dalam hal ini akan dijelaskan kelebihan
dari metode resitasi.
Kelebihan metode resitasi adalah:
a. Lebih merangsang siswa dalam melakukan
aktifitas belajar individual ataupun secara kelompok.
b. Dapat mengembangkan kemandirian siswa di
luar pengawasan guru.
c. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin
siswa.
d. Dapat mengembangkan kreatifitas siswa.
(Djamarah dan Zain, 2002:98).
Dalam buku yang lain dijelaskan beberapa
kelebihan penerapan metode resitasi di antaranya adalah:
a. Pelajaran yang didapat oleh siswa akan
lebih lama diingat.
b. Murid berkesempatan memupuk perkembangan
dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
(Didaktik metodik, 1984:59).
Dari
kelebihan metode resitasi yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa penerapan metode resitasi manfaatnya adalah memberikan
kesempatan kepada siswa agar lebih kreatif dan penuh rasa tanggung jawab karena
murid bekerja sebdiri sedangkan guru hanya mendampingi saja.
Kelebihan
yang lain dari penerapan metode resitasi adalah memungkinkan siswa belajar
sendiri di luar pengawasan guru dan mempergunakan waktu di luar jam sekolah
untuk belajar karena bagaimnapun juga kalau siswa sudah diberi tugas maka akan
melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
- Kelemahan Metode Resitasi
Sebagaimana yang diketahui bersama bahwa setiap sesuatu
pasti ada kelebihan dan kekurangannya maka di sini penulis akan menjelaskan
beberapa hal yang berkaitan dengan kelemahan dari penerapan metode resitasi.
Beberapa
kelemahan penerapan metode resitasi adalah:
a. Seringkali siswa melakukan penipuan dengam
cara menyalin tugas temannya.
b. Kadangkala tugas tidak dikerjakan sendiri.
c. Kalau tugas sering diberikan akan
mengganggu kepada mental siswa.
d. Sukar memberikan tugas yang memenuhi
perbedaan indifidual. (Didaktik metodik, 1984:59).
Di dalam
buku yang lain juga dijelaskan beberapa kelemahan metode resitasi di antaranya
adalah sebagai berikut:
a.
Siswa sulit dikontrol.
b. Khusus tugas kelompok tidak jarang yang
mengerjakan hanya satu orang saja yang lainnya tidak mengerjakan.
c. Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai
dengan perbedaan indifidu siswa.
d. Sering memberikan tugas yang monoton dapat
menimbulkan kebosanan. (Djamarah dan Zain, 2002:98).
Dari kelemahan penerapan metode resitasi
guru dapat mengetahui bahwa murid itu komplek dan mempunyai banyak karakter
oleh sebab itu guru harus mampu mengklasifikasikan murid tersebut agar dalam
memberikan tugas tepat sasaran dan tujuan tercapai jangan sampai dengan adanya
tugas murid jadi bosan dan tidak semangat untuk belajar.
Setiap penerapan metode pembelajaran pasti
ada kelemahannya jadi tuntutan guru bagaimana agar dengan penerapan metode
pembelajaran siswa bisa lebih aktif dan bisa memperdalami ilmunya dengan penuh
tanggung jawab.
- Upaya Mengatasi Kelemahan
Dari sekian banyaknya kelemahan dari
penerapan metode resitasi maka upaya untuk mengatasinya adalah:
a. Mengontrol siswa dalam mengejakan tugas
yang di berikan.
b. Mengklasifikasikan murid yang mempunyai
berbagai karakter agar dalam memberikan tugas tepat sasaran.
c. Jangan menberikan tugas yang monoton, jadi
guru harus mampu memberikan tugas yang berfariasi.
d. Dalam memberikan tugas jangan terlalu
sering karena akan menyebabkan kebosanan pada siswa.
e. Selalu mengingatkan kepada siswa agar
tugas yang diberikan harus dikerjakan sendiri tidak boleh dikerjakan orang
lain.
Berbagai macam upaya yang dipaparkan di
atas adalah suatu solusi agar dalam penerapan metode resitasi berdampak positif
bagi siswa sehingga kelemahan yang ada dalam penerapan metode ini tidak
terjadi.